periskop.id - Mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan ketidaksetujuannya terhadap langkah pemerintah bergabung dalam Board of Peace (BoP/Dewan Perdamaian). Berdasarkan survei terbaru Media Survei Nasional (Median), angka penolakan publik mencapai 50,4%, berbanding terbalik dengan tingkat dukungan yang hanya menyentuh 34,8%.
“Ada lebih banyak 50,4% yang tidak setuju Indonesia bergabung dengan Board of Peace dibanding 34,8% yang setuju, sementara ada 14,8% yang belum menentukan sikap,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, saat dikonfirmasi Periskop.id dalam rilis surveinya, Selasa (24/2).
Rico merinci angka penolakan tersebut terdiri dari 30,7% responden yang menyatakan "Tidak Setuju" dan 19,7% "Sangat Tidak Setuju". Sebaliknya, kelompok yang mendukung terdiri dari 20,7% "Setuju" dan 14,1% "Sangat Setuju".
Alasan Penolakan Gabung BoP
Penolakan publik didasari oleh kecurigaan terhadap motif di balik lembaga bentukan Donald Trump tersebut. Temuan survei menunjukkan alasan utama ketidaksetujuan masyarakat adalah anggapan bahwa forum ini merupakan strategi politik pihak asing.
“Tiga besar alasan yang tidak setuju Indonesia gabung Board of Peace ialah pertama, ini adalah upaya Amerika dan Israel menguasai Gaza sebanyak 14,6%. Kedua, pemborosan uang bila menyetor Rp17 triliun sebesar 9,6%. Ketiga, karena alasan Palestina belum merdeka 6,8%,” jelas Rico.
Selain alasan utama tersebut, masyarakat juga menyoroti sosok Donald Trump yang dianggap tidak bisa dipercaya (5,4%) serta dominasi Amerika Serikat dalam lembaga tersebut (2,4%).
Alasan lain penolakan masyarakat atas bergabungnya Indonesia dengan BoP, yaitu:
- Amerika dan Trump mendominasi BoP: 2,4%
- Urus negara sendiri sebelum negara luar: 2,2%
- Belum jelas arah tujuan BoP: 2,2%
- Terburu-buru tanpa kajian matang: 2%
- Israel bagian dari BoP: 1,6%
- Indonesia bisa terseret konflik dengan pejuang Palestina: 1,2%
- Indonesia negara non-blok: 1%
- Hanya untuk mengamankan hubungan Indonesia-AS: 0,6%
- Solusi dua negara tidak dijalankan: 0,4%
Alasan Dukungan Gabung BoP
Sementara itu, bagi kelompok masyarakat yang setuju, dukungan mereka didorong oleh harapan akan resolusi konflik di Timur Tengah. Rico memaparkan tiga alasan utama yang mendasari dukungan tersebut.
“Tiga besar alasan yang setuju Indonesia gabung Board of Peace ialah untuk Palestina merdeka sebanyak 15%. Kemudian, memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional 10,2% dan upaya perdamaian dunia sebesar 9,2%,” ungkap dia.
Alasan lain yang mendorong publik setuju Indonesia bergabung dengan BoP, yaitu:
- Mengakhiri konflik Palestina-Israel: 8,8%
- Membangun kembali Gaza yang hancur: 1,8%
- Bagian dari negosiasi tarif dengan Amerika: 1%
- Percaya dengan keputusan Prabowo: 0,6%
- Mempermudah pengiriman bantuan ke Palestina: 0,6%
- Mendukung solusi dua negara: 0,6%
- Indonesia negara non-blok: 0,4%
Adapun survei ini dilakukan pada 10–14 Februari 2026 melalui kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan kepada 1.200 sampel pengguna aktif media sosial di seluruh provinsi Indonesia. Median menargetkan responden berusia 17–60 tahun ke atas. Hasil ini dimaksudkan untuk menggali persepsi pengguna media sosial sebagai bahan pertimbangan para pengambil kebijakan.
Tinggalkan Komentar
Komentar