periskop.id - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mematangkan skema rekayasa lalu lintas di jalan tol untuk menyambut arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, manajemen arus tahun ini diperkuat oleh teknologi digital tingkat tinggi untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengelola titik-titik krusial di jalan tol saat puncak arus mudik dan balik. Ia menyebut, teknologi menjadi panglima dalam pengambilan keputusan di lapangan.
"Korlantas Polri menggunakan teknologi digital saat melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, baik alih arus, penjagaan, hingga contraflow, one way nasional, dan seterusnya," kata Agus di Jakarta, Minggu (1/3).
Penerapan kebijakan contraflow maupun one way tidak lagi dilakukan secara manual atau sekadar perkiraan, melainkan berdasarkan parameter data presisi. Agus menjelaskan, Korlantas memantau jumlah kendaraan per jam melalui radar dan sistem traffic counting.
“Rekayasa lalu lintas contraflow ini pun memiliki parameter-parameter eksekusi, sehingga kami bisa memperlancar perjalanan para pemudik, termasuk arus balik," jelasnya.
Parameter tersebut sangat spesifik, misalnya jika radar memantau jumlah kendaraan mencapai 4.500 hingga 5.000 unit dalam satu jam berturut-turut, maka contraflow lajur 1 akan diberlakukan.
"Demikian juga apabila sudah 6.400, kami akan melakukan contraflow lajur 2," lanjut jenderal bintang dua tersebut.
Selain radar milik Jasa Marga, Korlantas juga menerjunkan drone presisi untuk mendapatkan pembaruan data secara real time. Teknologi ini menjadi penentu apakah polisi akan memberlakukan one way nasional atau hanya one way di wilayah tertentu.
Jika traffic counting menunjukkan angka yang sangat tinggi bahkan setelah contraflow dua lajur diterapkan, maka opsi one way nasional akan langsung dibuka.
"Itulah cara-cara Korlantas bekerja menggunakan teknologi dan pembaruan traffic counting, termasuk menghitung arus lintas dengan metode berbasis teknologi," ungkap Agus.
Agus menegaskan, Korlantas Polri kini bergerak melampaui sekadar memberikan imbauan kepada masyarakat. Penggunaan sistem data digital ini bertujuan menjamin keamanan sekaligus kenyamanan pemudik secara objektif.
"Tentunya Korlantas Polri bukan hanya mengimbau, tetapi hasil dari sistem yang kami bangun berbasis data dan teknologi real time agar mudik-balik lancar," tuturnya.
Langkah ini, menurut Agus, merupakan bentuk representasi kehadiran negara di tengah masyarakat.
"Negara hadir untuk memastikan aman di bidang kriminalitas, lancar di bidang arus lalu lintas," tutup Agus.
Tinggalkan Komentar
Komentar