periskop.id - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memastikan kesiapan penuh perusahaan mengawal keandalan pasokan listrik menyambut Idulfitri. Ketersediaan cadangan daya energi di wilayah ibu kota saat ini terpantau sangat melimpah.

"Pasokan listrik untuk PLN Jakarta Raya masih dalam kondisi surplus, insyaallah kita tetap fokus mengawal masyarakat yang melakukan mudik Lebaran dan juga pada saat Idulfitri ini," kata ​General Manager PLN UID Jakarta Raya Andy Adchaminoerdin di Gedung PLN, Jumat (13/3).

​Tren penggunaan kendaraan bertenaga listrik mengalami peningkatan pesat menjelang musim libur panjang. PLN merespons situasi tersebut melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya secara masif.

​Perusahaan negara ini menyiagakan ratusan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Titik penambahan daya energi ramah lingkungan ini tersebar menempati berbagai lokasi strategis ibu kota.

​"Titik-titik SPKLU sangat banyak, milik UID Jakarta Raya sendiri sudah ada 673 lokasi," jelasnya.

​Petugas lapangan juga bersiaga penuh memantau berbagai simpul pergerakan penumpang angkutan umum. Pemeriksaan ketat menyasar langsung sejumlah pusat transportasi utama masyarakat.

​"Beberapa pusat transportasi seperti Stasiun Gambir, Senen, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Halim sudah kita periksa semuanya dan siagakan petugas di sana," ungkapnya.

​Pengamanan aliran listrik turut menyasar ratusan rumah ibadah umat muslim. PLN telah memetakan 590 titik masjid di Jakarta sebagai lokasi prioritas keandalan energi.

​Langkah teknis ini bertujuan mendukung kekhusyukan masyarakat menjalankan ibadah salat Idulfitri. Masjid Istiqlal menduduki daftar puncak pengawasan ketat tim di lapangan.

​Rumah ibadah terbesar di kawasan Asia Tenggara tersebut rencananya akan menyambut kehadiran sejumlah pejabat negara. Presiden Republik Indonesia dijadwalkan menunaikan ibadah salat pada lokasi tersebut.

​Manajemen PLN Jakarta Raya telah turun langsung meninjau kesiapan seluruh instalasi kelistrikan. Pengecekan bertujuan memitigasi segala kemungkinan ancaman gangguan teknis acara kenegaraan.

​"Khusus untuk Istiqlal, kami sudah cek sendiri beberapa hari yang lalu untuk memastikan suplai listrik di sana," tuturnya.

​Kehadiran kepala negara menuntut kepastian pasokan energi listrik tanpa risiko gangguan sedikit pun. "Insyaallah nanti ada RI 1 dan para stakeholder, bisa melaksanakan salat Idulfitri dengan baik," tutupnya.