periskop.id - Komisi I DPR menggelar rapat kerja tertutup bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Rapat dikunci dari publik lantaran dinilai menyangkut urusan strategis dan kerahasiaan negara.
Ketua Komisi I DPR Utut Adianto memimpin jalannya rapat tersebut. Ia menyebut, tujuh fraksi di DPR telah hadir sehingga kuorum dinyatakan terpenuhi sesuai tata tertib persidangan.
"Berdasarkan catatan sudah 7 fraksi yang hadir, kuorum sudah memenuhi tata tertib," ujar Utut dalam rapat kerja di Ruang Komisi I DPR, Rabu (10/6).
Utut menjelaskan, agenda yang dibahas bersama Kementerian Pertahanan dan tiga matra TNI bersifat sangat strategis. Karena itu, ia meminta persetujuan seluruh peserta rapat sebelum sesi resmi dibuka.
Setelah mendapat persetujuan, rapat langsung dinyatakan tertutup untuk umum. Publik maupun awak media tidak diizinkan mengikuti jalannya pembahasan.
"Saya mohon persetujuannya karena ini sifatnya sangat strategis dan ada unsur kerahasiaan negara. Rapat kami buka dan kami nyatakan tertutup," tegasnya.
Rapat itu turut dihadiri oleh tiga Kepala Staf Angkatan sekaligus. Ketiganya adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Kehadiran lengkap para pimpinan TNI dari seluruh matra itu mencerminkan bobot pembahasan yang melibatkan kebijakan pertahanan secara menyeluruh, bukan hanya satu angkatan.
Komisi I DPR merupakan mitra kerja Kementerian Pertahanan dan TNI di parlemen. Rapat kerja antara keduanya lazimnya membahas isu pertahanan, anggaran, hingga postur kekuatan militer.
Rapat tertutup seperti ini jamak digelar ketika topik yang dibahas menyentuh ranah pertahanan negara yang tidak dapat dikonsumsi publik secara terbuka.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar