periskop.id - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Rusia pada 17 Juni mendatang. Agenda utamanya adalah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia yang berlangsung di Kazan.

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menerangkan, kepastian jadwal tersebut masih bisa bergeser karena koordinasi antara kedua pihak belum rampung sepenuhnya.

Advertisement

"KTT ASEAN dengan Rusia? Ya di Kazan, tanggal 17 (Juni)," ujar Arif dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).

Arif menguraikan, penyusunan agenda kunjungan kepala negara merupakan proses yang lazim dilakukan lewat koordinasi tim dari masing-masing negara. Karena itu, rincian acara maupun kepastian waktu pelaksanaan masih terus dimatangkan.

"Kalau jadwal itu fluid ya, semuanya begitu. Beberapa tamu-tamu saya tadinya juga mau datang tapi enggak jadi karena berbagai perkembangan dari negara masing-masing," tuturnya.

Perubahan jadwal dalam forum diplomatik internasional, menurutnya, merupakan hal yang jamak terjadi dan sangat bergantung pada dinamika situasi di masing-masing negara.

"Kita lagi nunggu agendanya dari sekretariat," pungkas Arif.

Kunjungan ke Kazan ini bukan yang pertama bagi Prabowo dalam kerangka hubungan Indonesia-Rusia. Pada April lalu, ia menyambangi Moskow dan bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin.

Pertemuan keduanya kala itu berlangsung sekitar lima jam, mencakup sesi bilateral dan pembicaraan tertutup empat mata. Sejumlah sektor menjadi pokok bahasan, mulai dari energi, sumber daya mineral, pendidikan, riset dan teknologi, pertanian, hingga investasi industri di Indonesia.

Prabowo dan Putin juga tercatat telah beberapa kali bersua dalam berbagai forum internasional sepanjang satu tahun terakhir, mencerminkan intensitas komunikasi kedua negara yang terus menguat.