periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan ia akan terus mengawasi perjalanan Indonesia, bahkan setelah dipanggil Tuhan sekalipun. Pernyataan itu ia lontarkan di hadapan para pengusaha muda dalam Munas HIPMI XVIII.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam konteks optimismenya soal posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi global pada 2045. Prabowo menilai para pengusaha muda yang hadir hari itu akan berada di puncak karier mereka ketika era tersebut tiba.
"Kalau kita pandai dan kita cerdas, 2045 kita ekonomi keempat terbesar di dunia saudara-saudara. Yang muncul nanti nomor satu Tiongkok, nomor dua Amerika Serikat, nomor tiga India, nomor empat Republik Indonesia," ujar Prabowo dalam pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6).
Di luar proyeksi ekonomi, Prabowo juga menyampaikan pesan personal yang disambut riuh peserta. Ia mengungkapkan tekad untuk terus memantau kiprah generasi penerus bangsa, dari kediamannya di Hambalang hingga, katanya, dari alam baka sekalipun.
"Saya nanti di Hambalang monitor kalian di bawah. Kalau belum dipanggil Yang Maha Kuasa. Kalau dipanggil Yang Maha Kuasa aku lihat, tetap saya monitor kalian. Kalau kalian kurang ajar, malam-malam aku turun nyari kau," kata Prabowo yang langsung disambut sorak peserta yang hadir.
Prabowo juga secara tegas mengingatkan para pengusaha agar tidak mengkhianati Merah Putih. Siapa pun yang berani melanggar, ia disebut tidak akan tinggal diam.
"Jangan main-main kau. Kau melanggar, berkhianat kepada Merah Putih, aku turun, aku cari kau ini," imbuhnya.
Peringatan Prabowo tak berhenti di situ. Ia juga mengingatkan para pengusaha agar tidak sekali-kali mencoba melanggar hukum, dengan menyebut kemajuan teknologi kini membuat segala pelanggaran jauh lebih mudah terdeteksi.
"Sekarang jangan coba-coba melanggar hukum, saudara akan kalah. Kenapa? Sekarang ada teknologi, sekarang ada AI, ada kecerdasan. Sekarang semua dokumen setebal ini bisa dibaca dalam 5 menit. Kontrak setebal ini 5 menit. Jadi saudara-saudara, mari kita raih masa depan yang baik, kita kuasai, kita kendalikan semua untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat kita," pungkas Prabowo.
Munas HIPMI XVIII digelar di Bandar Lampung dengan dihadiri para pengusaha muda dari seluruh Indonesia. Forum tersebut menjadi salah satu ajang Prabowo menyampaikan visi ekonomi jangka panjang, termasuk target Indonesia masuk jajaran empat negara dengan produk domestik bruto terbesar di dunia pada 2045.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar