Periskop.id - Lembaga survei Poltracking Indonesia baru saja merilis hasil survei nasional edisi Mei 2026 mengenai evaluasi kinerja pemerintah dan isu-isu strategis saat ini.
Hasilnya, mayoritas masyarakat Indonesia terpantau masih menaruh kepuasan yang besar terhadap jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan data yang dirilis, tingkat kepuasan publik mencapai 72,2%. Angka ini merupakan gabungan dari responden yang merasa sangat puas dan cukup puas.
Jika dirinci, sebanyak 66,0% responden mengaku cukup puas, sementara 6,2% lainnya menyatakan sangat puas.
Di sisi lain, 25,1% masyarakat menyatakan tidak puas. Rinciannya, 23,2% responden merasa kurang puas dan 1,9% menyatakan sangat tidak puas.
Adapun 2,7% responden memilih tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Jika menilik ke belakang, tingkat kepuasan masyarakat terhadap duet Prabowo-Gibran ini sebenarnya mengalami penurunan tipis sejak akhir tahun lalu, namun posisinya kini mulai stabil.
Pada Oktober 2025, angka kepuasan sempat menyentuh 78,1%, lalu turun ke 74,1% pada Maret 2026, hingga akhirnya berada di angka 72,2% pada Mei 2026.
Meski terlihat ada penurunan dari bulan Maret ke Mei, Poltracking mencatat bahwa pergeseran angka ini sebenarnya cenderung stagnan alias tidak berubah secara signifikan.
Adapun, survei ini digelar pada periode 11 hingga 17 Mei 2026 dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia. Seluruh responden merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah memiliki hak pilih, yaitu mereka yang minimal sudah berusia 17 tahun atau sudah menikah.
Untuk perolehan data, Poltracking menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling). Proses pengumpulan datanya pun dilakukan secara langsung lewat wawancara tatap muka oleh surveyor yang minimal berlatar belakang mahasiswa dan telah dilatih khusus.
Dengan tingkat kepercayaan survei sebesar 95% dan margin of error di kisaran +/- 2,9%, Poltracking juga melakukan validasi akhir dengan membandingkan data demografi hasil survei terhadap data sensus resmi milik Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar