Periskop.id - Indonesia dan India resmi menandatangani kontrak sistem pertahanan rudal supersonik BrahMos dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi di Jakarta. Kesepakatan itu merupakan bagian dari 16 perjanjian kerja sama kedua negara, dengan nilai transaksi BrahMos diperkirakan mencapai US$630 juta atau sekitar Rp11 triliun.
Dari 16 perjanjian yang diteken, tiga di antaranya berada di sektor keamanan dan pertahanan. Prabowo menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama di bidang penanggulangan terorisme dan keamanan lintas batas.
"Kedua negara juga sepakat meningkatkan kerja sama keamanan melalui Indonesia India Security Dialogue ketiga," kata Prabowo dalam konferensi pers bersama di Jakarta, Selasa (7/7).
Prabowo juga menekankan, seiring meningkatnya ancaman keamanan lintas negara, Indonesia berkomitmen memperdalam kerja sama pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru, penanggulangan kejahatan transnasional, dan pembangunan infrastruktur digital.
PM Modi dalam forum yang sama turut menyoroti penguatan hubungan pertahanan kedua negara. Menurutnya, kerja sama ini bertumpu pada kepercayaan yang terus tumbuh antara Indonesia dan India.
"Kepercayaan yang semakin tinggi antar kedua negara, semakin kuat tercermin dalam kerja sama keamanan dan pertahanan, serta kerja sama di bidang maritim. Hari ini kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam pertukaran bidang pertahanan, manajemen bencana, dan kerja sama bidang industri," tutur Modi.
Tiga perjanjian pertahanan yang diteken mencakup nota kesepahaman tentang keselamatan dan keamanan maritim, kontrak sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI, serta perjanjian kerja sama rudal udara ke udara antara Bharat Dynamics dan Republic Corp.
Kedua negara juga berkomitmen menjaga keamanan maritim di Samudra Hindia, termasuk kerja sama di bidang ekonomi biru, pembangunan pelabuhan, dan perdagangan maritim.
Rencana pengadaan BrahMos sebenarnya sudah diumumkan Indonesia sejak Maret lalu. Kala itu, pemerintah menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan India untuk membeli sistem rudal BrahMos yang dimiliki bersama oleh pemerintah India dan Rusia.
Kementerian Pertahanan Indonesia ketika itu menyampaikan kepada Reuters bahwa negosiasi telah memasuki tahap lanjutan, dengan estimasi nilai kontrak berkisar antara US$200 juta hingga US$350 juta.
Minat berbagai negara terhadap rudal BrahMos melonjak setelah konflik empat hari antara India dan Pakistan tahun lalu. Dalam pertempuran itu, India mengoperasikan sistem rudal BrahMos untuk pertama kalinya dalam kondisi tempur nyata.
Tinggalkan Komentar
Komentar