Periskop.id — Dewan Adat Gorontalo menganugerahkan gelar adat anumerta Taa Lo'o Lamahe Lipu kepada almarhum Rachmat Gobel sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian panjangnya kepada Gorontalo dan Indonesia. Penganugerahan tersebut dilakukan melalui sidang adat di Gorontalo, Jumat, setelah prosesi pemakaman almarhum dilaksanakan di Jakarta.

Ketua Harian Dewan Adat Gorontalo Alim Niode mengatakan, pemberian garai atau gelar adat tersebut menjadi bagian dari rangkaian penghormatan kepada Rachmat Gobel. Karena almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, maka prosesi adat untuk masyarakat Gorontalo tetap dilaksanakan di tanah leluhurnya.

"Acara ini satu rangkaian dengan proses pemakaman. Karena pemakaman dilaksanakan di Jakarta, prosesi sidang adat pemberian garai dilaksanakan di Gorontalo," kata Alim, Jumat (10/7).

Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB di Jakarta. Sebelumnya sempat muncul rencana pemakaman di Gorontalo, tetapi keputusan akhir menetapkan almarhum dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta, setelah salat Jumat. Keputusan itu dikaitkan dengan status almarhum sebagai penerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana.

Menurut Alim, pemberian gelar adat kepada seseorang yang telah wafat memiliki dua makna. Pertama, sebagai doa agar almarhum memperoleh kemaslahatan. Kedua, sebagai pesan moral bagi masyarakat yang masih hidup agar meneladani nilai-nilai kebaikan yang ditinggalkan.

"Tujuan pertama adalah doa bagi almarhum agar mendatangkan kemaslahatan baginya. Yang kedua, sebagai nasihat bagi kita yang masih hidup, sekaligus menjadi inspirasi dan motivasi," ujarnya.

Gelar yang diberikan kepada Rachmat Gobel adalah Taa Lo'o Lamahe Lipu, bentuk singkat dari gelar lengkap Taa Lomaya lo Batanga, lo Dunga lo Nyawa, lo Tombulu lo Upango ode Lamahu Lipu. Alim menjelaskan gelar tersebut bermakna putra terbaik Indonesia asal Gorontalo yang telah membaktikan jiwa, raga, dan hartanya untuk memakmurkan negeri.

Pemangku Adat Lima Negeri

Penetapan gelar itu dilakukan melalui musyawarah para pemangku adat dari lima negeri adat di Gorontalo bersama perwakilan daerah adat lainnya. Dalam sidang tersebut muncul sejumlah usulan gelar, sebelum akhirnya disepakati satu nama yang dinilai paling tepat menggambarkan pengabdian almarhum.

Alim mengatakan, para pemangku adat mempertimbangkan rekam jejak Rachmat Gobel yang dinilai memberi manfaat luas bagi masyarakat. Menurutnya, almarhum tidak hanya dikenal sebagai pengusaha dan politisi nasional, tetapi juga sebagai tokoh yang konsisten memikirkan kemajuan Gorontalo.

"Sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah berbicara mengenai kepentingan dirinya, keluarganya ataupun bisnisnya. Yang beliau pikirkan adalah bagaimana Gorontalo bisa terus berkembang dan memperoleh dukungan pembangunan," kata Alim.

Rachmat Gobel memang dikenal memiliki hubungan kuat dengan Gorontalo. Ia merupakan tokoh asal Gorontalo, pengusaha, politisi Partai NasDem, anggota DPR RI periode 2024-2029 dari daerah pemilihan Gorontalo, serta pernah menjabat Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Industri dan Pembangunan pada periode 2019-2024.

Dalam beberapa tahun terakhir, Rachmat juga aktif mendorong pembangunan dan penataan kawasan di Gorontalo. Warga Limboto bahkan sempat menyebut karya almarhum masih baru mereka nikmati, termasuk penataan Taman Pentadio Resort dan peningkatan tampilan Menara Pakaya.

Dewan Adat Gorontalo menilai pengabdian Rachmat Gobel tidak hanya berada di level daerah. Kiprahnya di tingkat nasional, mulai dari dunia usaha, pemerintahan, parlemen, hingga kegiatan sosial, menjadi salah satu alasan gelar adat yang diberikan memiliki makna besar.

"Garai yang diberikan kepada beliau berbeda dengan sebelumnya, karena pengabdiannya tidak hanya dikenal di Gorontalo, tetapi juga di tingkat nasional. Itu menjadi salah satu alasan mengapa gelar yang diberikan memiliki makna yang begitu besar," ujar Alim.

Pelestarian Adat dan Budaya Gorontalo

Sebelum gelar anumerta ini, Rachmat Gobel juga dikenal dekat dengan pelestarian adat dan budaya Gorontalo. Dalam catatan Fraksi NasDem, keluarga Gobel memiliki perhatian terhadap adat dan budaya Gorontalo, termasuk melalui Rumah Adat Gobel Tapa. Rachmat pernah menyatakan, "Menjaga adat dan budaya Gorontalo bagi kami adalah kewajiban dan amanah yang dititipkan para leluhur kami," ucapnya saat menerima kunjungan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti di Gorontalo pada 2022.

Kepedulian itu tidak hanya dilakukan di Gorontalo. Keluarga Gobel juga disebut memiliki sanggar budaya Gorontalo di Jakarta sebagai bagian dari upaya menjaga identitas daerah di luar tanah asalnya. Dalam kesempatan yang sama, Rachmat menegaskan, "Dimanapun kami tinggal, adat dan budaya Gorontalo harus dilestarikan,".

Selain adat dan budaya, jejak sosial Rachmat juga tampak dalam berbagai program masyarakat. Pada 2019, Rachmat mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan dalam peluncuran 20 ribu kepesertaan informal jaminan sosial di Bone Bolango. Saat itu, ia mengatakan, “Kenapa saya hadir disini, karena saya melihat program BPJS Ketenagakerjaan ini adalah salah satu program pemerintah yang dimana DPR perlu memantau sampai dimana program ini berjalan dan apakah benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya. 

Rangkaian penghormatan terhadap almarhum juga berlangsung di Gorontalo meskipun jenazah dimakamkan di Jakarta. Sebelumnya, masyarakat Gorontalo bersama kader Partai NasDem menyiapkan doa bersama, pembacaan Surah Yasin, zikir, dan pengajian Al-Qur’an di Rumah Adat Gobel serta sejumlah lokasi lain. Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Gorontalo Marten Taha menyebut masyarakat Gorontalo merasa sangat kehilangan atas wafatnya Rachmat Gobel.

Penganugerahan gelar adat anumerta ini sekaligus menjadi cara masyarakat adat Gorontalo menjaga ingatan kolektif terhadap tokoh yang dinilai telah memberi warisan nyata. Gelar tersebut bukan hanya tanda penghormatan kepada almarhum, tetapi juga pesan kepada generasi berikutnya bahwa pengabdian kepada daerah dapat dilakukan melalui banyak jalan: bisnis, politik, sosial, budaya, dan pembangunan.

Dengan gelar Taa Lo'o Lamahe Lipu, Rachmat Gobel ditempatkan dalam memori adat Gorontalo sebagai tokoh yang membaktikan hidupnya untuk kemajuan negeri. Bagi masyarakat Gorontalo, penghormatan ini menjadi penutup yang bermakna setelah kepergian seorang figur yang selama hidupnya terus membawa nama tanah leluhurnya ke panggung nasional.