Periskop.id - Program rekrutmen padat karya Pemprov DKI Jakarta dibanjiri 132.627 pendaftar pada tahap I dan II. Angka itu jauh melampaui jumlah posisi yang tersedia, yakni 2.843 lowongan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, proses seleksi program ini berjalan tanpa keterlibatan "orang dalam". Ia mengaku telah menginstruksikan setiap kepala dinas untuk memastikan rekrutmen berlangsung transparan.

"Karena ini memang betul-betul digunakan untuk bantalan sosial ketika tekanan ekonomi sedang seperti ini," ujar Pramono, Jumat (10/7).

Pemprov DKI membuka program padat karya dengan durasi kerja bervariasi antara 1 hingga 3 bulan. Pendaftaran ditutup paling lambat 3 Juli 2026, dengan formasi tersebar di sejumlah dinas teknis.

Dari total 132.627 pelamar, sebanyak 55.389 orang atau 42% dinyatakan lolos cleansing administrasi. Sisanya gugur pada tahap penyaringan berkas paling awal ini.

Tahap I menjadi penyumbang terbesar, diikuti 127.474 pelamar. Dari jumlah itu, 53.710 orang lolos cleansing, dan hanya 50 peserta dinyatakan lolos seleksi. Rinciannya: 29 peserta di Dinas Sumber Daya Air, 13 di Dinas Bina Marga, dan 8 di Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

Pada tahap II, Pemprov DKI membuka 26 lowongan dengan 61 formasi yang tersebar di empat dinas, yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

Tahap II diikuti 5.153 pelamar. Sebanyak 1.679 orang atau 32,6% lolos cleansing, dengan sebaran terbanyak di Dinas Lingkungan Hidup (490 pelamar), diikuti Dinas SDA (464), Dinas Bina Marga (422), dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (303).

Pramono berharap program bantalan sosial ini benar-benar memberi dampak nyata bagi perekonomian warga Jakarta di tengah kondisi ekonomi yang sedang tertekan.

"Pemerintah DKI Jakarta membuka lowongan pekerjaan untuk bantalan sosial dan sekarang ini sudah tahap pertama dan kedua sudah selesai untuk 2.843 lowongan, yang mendaftar 132.627 pelamar," kata Pramono.