Periskop.id – Jawa Timur memperkuat posisinya sebagai provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia. Pengembangan program tersebut kini berlanjut melalui pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi yang telah mencapai 88,7% dan ditargetkan segera rampung.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan hal tersebut saat meninjau sekolah yang berada di Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Sabtu (18/7).
Sekolah berasrama itu akan menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan. Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi disiapkan untuk menerima 237 siswa, terdiri atas 57 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Khofifah menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat permanen melibatkan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pemerintah kabupaten atau kota menyediakan lahan, sedangkan pembangunan serta fasilitasnya dibiayai menggunakan anggaran negara.
“Yang sudah permanen lahannya disiapkan oleh kabupaten/kota dan pembiayaan seluruhnya dari APBN,” kata Khofifah.
Jawa Timur Miliki 26 Sekolah Rakyat
Data Pemerintah Provinsi Jawa Timur per Januari 2026 mencatat sebanyak 26 dari total 166 Sekolah Rakyat yang telah diresmikan secara nasional berada di provinsi tersebut. Jumlah itu menempatkan Jawa Timur di atas Jawa Barat yang memiliki 20 titik, Sulawesi Selatan 16 titik, dan Jawa Tengah 14 titik.
Pemprov Jawa Timur juga mengajukan delapan lokasi baru pada 2026. Penambahan tersebut diproyeksikan memperluas layanan pendidikan gratis bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Secara nasional, 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten atau kota menampung 14.822 siswa. Penyelenggaraannya melibatkan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
“Cara kita memutus mata rantai kemiskinan diberikan fasilitas pendidikan yang baik bagi putra-putri mereka,” ujar Khofifah.
Sekolah Rakyat memang diprioritaskan bagi anak dari keluarga yang masuk kelompok Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Sekolah tersebut menerapkan sistem berasrama serta menyediakan pendidikan dan kebutuhan dasar siswa tanpa dipungut biaya.
Berdiri di Lahan Tujuh Hektare
Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi dibangun di atas lahan sekitar tujuh hektare. Kompleksnya dilengkapi asrama, ruang kelas modern, laboratorium, gedung serbaguna, fasilitas olahraga, dan tempat ibadah.
Khofifah menilai fasilitas tersebut cukup representatif untuk mendukung kegiatan belajar, pembentukan karakter, serta pengembangan keterampilan siswa.
“Melihat ruang kelas, ini juga coba dilihat area untuk olahraga, saya rasa sulit untuk menemukan sekolah dengan kapasitas fasilitas olahraga seperti ini, dan pada hari ini Sekolah Rakyat bisa memberikan fasilitas itu, dan ini program yang sangat strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Prabowo-Gibran,” kata Khofifah.
Seluruh siswa nantinya terbagi dalam sembilan rombongan belajar. Mereka sebelumnya mengikuti pembelajaran di Balai Pendidikan dan Pelatihan PNS di Kecamatan Licin serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas di Muncar. Setelah pembangunan selesai, kegiatan belajar akan dipusatkan di gedung baru mulai Agustus 2026.
Kehadiran fasilitas permanen tersebut mendapat respons positif dari orang tua siswa. Yeni Anindia Lestari, salah seorang wali murid, mengaku tidak pernah membayangkan anaknya dapat mengenyam pendidikan di sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap.
“Saya bangga sekali anak saya bisa masuk ke sekolah sebesar dan semegah ini. Sebelumnya saya tidak pernah menyangka,” ucap Yeni.
Khofifah memahami sebagian orang tua, terutama yang memiliki anak usia sekolah dasar, masih khawatir karena harus tinggal berjauhan. Namun, ia menilai kehidupan di asrama dapat melatih kemandirian, kedisiplinan, dan karakter anak.
Pemerintah juga menegaskan sistem asrama tidak menghilangkan hak pengasuhan orang tua. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi sebelumnya menyatakan, sekolah bertindak sebagai mitra keluarga dalam memastikan pengasuhan yang aman dan berperspektif hak anak.
Penyelenggaraan Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan. Program ini juga diarahkan agar siswa memperoleh kemampuan akademik, karakter, dan keterampilan yang dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya pada masa mendatang.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar