Periskop.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 menjadi momentum strategis memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi halal dunia.
Ia juga menilai ajang tersebut membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan UMKM berbasis halal.
Purbaya mengatakan, hasil peninjauannya di HEI 2026 menunjukkan banyak pelaku UMKM halal memiliki potensi berkembang.
Menurutnya, dukungan terhadap sektor tersebut perlu diperkuat agar mampu tumbuh lebih cepat pada masa mendatang.
"Saya tadi tinjau ternyata banyak UMKM berbasis halal. Jadi saya pikir bisa di dorong untuk bisa tumbuh lebih cepat lagi ke depan," kata Menkeu saat mengunjungi Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 di Senayan Tennis Indoor Complex, Rabu (8/7).
Kata Purbaya, halal tidak hanya dimaknai sebagai sertifikasi pada kemasan produk. Ia menjelaskan, konsep halal juga mencerminkan kepercayaan, kualitas, nilai, serta cara Indonesia menghadirkan produk terbaik ke pasar internasional.
Ia menyebut potensi industri halal nasional terbentang di berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, fesyen muslim, kosmetik, farmasi, hingga industri kreatif.
Menurutnya, jutaan pelaku UMKM menjadi penggerak utama yang terus menjaga kualitas sekaligus daya saing produk lokal.
"Dari ajang ini, Indonesia ingin mengirimkan pesan kepada dunia bahwa negeri ini tidak hanya menjadi pasar bagi produk halal, tetapi juga produsen, inovator, dan pemimpin dalam industri halal global," jelas Menkeu.
Purbaya juga menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk memperluas peran di industri halal dunia.
Menurutnya, jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekonomi syariah menjadi fondasi penting untuk mencapai target tersebut.
Ia menjelaskan, langkah itu sejalan dengan sasaran peningkatan volume perdagangan antarnegara anggota D-8 yang ditargetkan mencapai US$500 miliar atau sekitar Rp9 kuadriliun pada 2030.
Selain menjadi ajang pameran, HEI 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda utama. Menurut penyelenggara, kegiatan tersebut meliputi Exhibition, Business Matching, D-8 HEI Talk, dan D-8 HEI Cultural Festival.
Dalam rangkaian D-8 HEI Talk, lebih dari 15 sesi diskusi digelar dengan mengangkat tema ekonomi syariah, industri halal, pariwisata halal, hingga kewirausahaan. Forum itu menghadirkan pembicara dari dalam maupun luar negeri.
Mengusung tema "Strengthening D-8 Halal Economy Through International Collaboration", D-8 Halal Expo Indonesia 2026 dirancang untuk memperkuat kemitraan ekonomi sekaligus memperluas kerja sama business-to-business (B2B).
"Dari ajang ini, Indonesia ingin mengirimkan pesan kepada dunia bahwa negeri ini tidak hanya menjadi pasar bagi produk halal, tetapi juga produsen, inovator, dan pemimpin dalam industri halal global," tutup Purbaya.
Tinggalkan Komentar
Komentar