periskop.id - Ekspor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) China melonjak 112,6% secara tahunan pada Mei 2026. Volume pengirimannya ke luar negeri bulan itu mencapai 424 ribu unit.

Angka tersebut bersumber dari data Asosiasi Mobil Penumpang China (China Passenger Car Association/CPCA). Ketiga kategori produk yang dihitung mencakup mobil listrik baterai, plug-in hybrid, serta jenis EV lainnya.

Advertisement

Dibandingkan April 2026, volume ekspor EV China juga tumbuh 4,4%. Kenaikan ini memperlihatkan tren positif yang berlangsung konsisten, baik secara bulanan maupun tahunan.

CPCA mencatat, EV menyumbang 54,1% dari total ekspor mobil China pada Mei 2026. Porsi itu naik 9,5 poin persentase dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.

Lonjakan kontribusi EV terhadap ekspor keseluruhan itu mencerminkan pergeseran signifikan dalam struktur industri otomotif China. Kendaraan berbasis elektrifikasi kini menguasai lebih dari separuh pengiriman mobil ke luar negeri.

Dalam komposisi ekspor EV itu sendiri, mobil listrik baterai tetap menjadi segmen terbesar. Kategori tersebut menyumbang 59,3% dari total ekspor EV pada Mei 2026.

Namun, dominasi mobil listrik baterai tercatat melemah dibandingkan setahun lalu. Pada Mei 2025, kontribusinya berada di angka 66,1%, artinya tergerus sekitar 6,8 poin persentase dalam setahun.

Penurunan porsi baterai EV itu berjalan seiring dengan meningkatnya peran segmen lain, termasuk kendaraan plug-in hybrid. Data CPCA mengindikasikan pergeseran minat pasar ekspor terhadap teknologi elektrifikasi yang lebih beragam.

Data ini dilaporkan Business Today pada Selasa (9/6) dengan mengutip catatan resmi CPCA atas kinerja ekspor otomotif China.

Volume 424 ribu unit EV yang diekspor China dalam sebulan menjadi angka yang signifikan. Dengan pertumbuhan tahunan 112,6% dan pertumbuhan bulanan 4,4%, momentum ekspor EV China dinilai terus terjaga memasuki pertengahan 2026.