Periskop.id – Grab resmi menjadi pemegang saham mayoritas PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) dengan kepemilikan lebih dari 50%, melalui rangkaian transaksi yang melibatkan A5-DB Holdings dan GXS Pte. Ltd. pada Mei 2026. Langkah ini membuka peluang bagi penguatan layanan perbankan digital yang inklusif di Indonesia.

Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan menyatakan, dukungan ekosistem Grab memungkinkan Superbank menghadirkan layanan perbankan yang relevan dan mudah diakses oleh masyarakat luas. “Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi produk, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta menghadirkan pengalaman perbankan digital yang semakin seamless bagi jutaan masyarakat Indonesia,” kata Tigor di Jakarta, Selasa (9/6). 

Advertisement

Integrasi dengan ekosistem Grab dan OVO mendorong pertumbuhan kredit Superbank sebesar 55% secara year-on-year (YoY) per April 2026, didorong oleh produk unggulan seperti Pinjaman Atur Sendiri yang tersedia langsung di aplikasi. Pertumbuhan ini juga berdampak pada profitabilitas bank; selama empat bulan hingga 30 April 2026, Superbank mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp142 miliar, naik 1.529 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Sementara itu, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menekankan, posisi mayoritas ini memperkuat komitmen Grab untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang inklusif. “Peningkatan kepemilikan di Superbank mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi jangka panjang Indonesia serta peran penting layanan keuangan digital dalam memperluas akses ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Grab dan Superbank menargetkan inovasi produk dan ekosistem yang dapat memberikan manfaat nyata bagi mitra pengemudi, pelaku UMKM, pengguna, dan masyarakat luas. Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya memperkuat inklusi keuangan digital di tengah meningkatnya kebutuhan layanan finansial modern di Indonesia.