periskop.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama United Nations Population Fund (UNFPA) menjajaki kerja sama strategis untuk memperkuat pencegahan risiko sosial di lingkungan pesantren.
Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sehat, berkarakter, serta terlindungi dari kekerasan dan pergaulan bebas.
Audiensi antara kedua lembaga berlangsung di Kantor Pusat Baznas RI, Jakarta, pada 18 Mei 2026. Salah satu agenda utama adalah pembahasan program Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR) yang akan dirancang sesuai dengan nilai agama dan budaya Indonesia.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menegaskan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi sebagai langkah preventif.
“Kami menganggap ini sangat penting, karena bagian dari kesehatan reproduksi itu adalah mencegah dari kekerasan, bagaimana memasukkan nilai-nilai budaya setempat di dalam proses tersebut. Dan juga adalah mencegah seks bebas, membangun keluarga yang dalam bahasa agama adalah keluarga sakinah,” ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (21/5).
Sodik menyambut positif tawaran kerja sama UNFPA, menilai program ini sejalan dengan fokus Baznas di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan masyarakat duafa. Ia menambahkan, pendidikan kesehatan reproduksi juga berperan dalam menekan angka kekerasan seksual dan persoalan sosial di kalangan remaja.
Selain menyasar pesantren dan madrasah, kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi, yang menurut data BPS 2025 masih mencapai 189 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, angka yang relatif tinggi dibanding target Sustainable Development Goals (SDGs) sebesar 70 per 100.000.
Baznas berkomitmen mendukung program ini melalui pendayagunaan dana zakat, agar kelompok fakir miskin memperoleh akses layanan kesehatan layak, khususnya saat proses persalinan.
“Insya Allah ke depan kita akan adakan MoU melanjutkan yang sudah ada. Sekali lagi untuk mencegah kekerasan seksual, untuk mencegah seks bebas, untuk reproduksi, untuk membangun keluarga sakinah dan juga untuk mencegah darurat dalam kelahiran dan kematian,” kata Sodik.
Assistant Representative UNFPA, Verania Andria, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi.
“Kami dengan senang hati bekerja sama dengan Baznas untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi remaja yang tentu saja akan diterapkan sesuai dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai budaya Indonesia dan juga peraturan yang berlaku,” ucapnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi model integrasi antara nilai keagamaan, budaya lokal, dan pendekatan kesehatan global.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar