periskop.id - PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) atau KB Bank berhasil membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2025, dengan laba bersih konsolidasi mencapai Rp66,59 miliar. Angka ini berbalik signifikan dibandingkan kerugian Rp6,33 triliun pada 2024, menandai momentum penting dalam transformasi KB Bank menuju profitabilitas yang berkelanjutan.

Capaian tersebut didorong oleh perbaikan fundamental bisnis, termasuk peningkatan pendapatan bunga bersih dan penurunan biaya pencadangan secara signifikan.

Sepanjang 2025, perbaikan kinerja KB Bank semakin terlihat, terutama melalui penguatan kualitas aset dan stabilisasi fundamental bisnis. Hal ini tercermin dari penurunan rasio kredit berkualitas rendah (loan at risk) menjadi 20,31% dari 22,76% pada tahun sebelumnya.

Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) KB Bank juga meningkat menjadi Rp1,19 triliun, naik 3,40% dari Rp1,15 triliun pada 2024. Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) membaik menjadi 1,43%, mencerminkan kualitas aset produktif yang lebih baik dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.

Dari sisi likuiditas, KB Bank terus menunjukkan penguatan. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) turun menjadi 91,07% dari 103,26%, mencerminkan struktur pendanaan yang lebih sehat dan seimbang. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), terutama pada giro dan tabungan, turut memperkuat basis pendanaan berbiaya rendah.

KB Bank mempertahankan posisi likuiditas yang kuat dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 220,01% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 101,82%, keduanya berada di atas ketentuan regulator. Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 16,25%, memberikan ruang yang cukup untuk mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

“Pencapaian laba bersih di tahun 2025 merupakan hasil dari disiplin eksekusi strategi transformasi yang kami jalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie dalam keterangan resmi, Jumat (2/4).

Ke depan, KB Bank melihat masih ada peluang untuk memperkuat kualitas kredit dan fundamental bisnis secara keseluruhan. Kunardy menambahkan, KB Bank akan terus melanjutkan langkah-langkah perbaikan secara prudent, termasuk memperkuat kualitas aset, mendorong pengembangan bisnis berbasis digital, serta mengoptimalkan sinergi dengan KB Financial Group.

“Selain itu, kami juga terus menjajaki berbagai inisiatif untuk memperkuat struktur permodalan guna mendukung pertumbuhan usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan,” imbuh dia.

Total kredit yang disalurkan sepanjang 2025 mencapai Rp44,39 triliun, meningkat dari Rp41,46 triliun pada tahun sebelumnya, mencerminkan ekspansi yang selektif dan tetap berkualitas. KB Bank juga aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor strategis nasional. Antara lain fasilitas Rp250 miliar kepada PT Intiland Sejahtera di sektor properti dan kawasan industri.

Kemudian pembiayaan Rp110 miliar kepada PT KAI Medika Indonesia untuk pengembangan Brawijaya Hospital. Serta dukungan sektor industri melalui penerbitan sukuk senilai Rp400 miliar oleh PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.