periskop.id - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)  melaporkan sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil menyalurkan dana sebesar Rp20,88 triliun kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp17,01 triliun pada tahun 2024. 

‎Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan untuk mendukung penyaluran tersebut, total pendanaan yang diterima Perseroan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp10,6 triliun. Capaian ini semakin diperkuat dengan kepercayaan lembaga pemeringkat internasional dan domestik. SMF memperoleh peringkat BBB dari S&P Global, id(AAA) dari Pefindo, serta AAA(idn) dari Fitch Ratings.

‎“Peringkat tersebut mencerminkan kemauan dan kemampuan SMF dalam memenuhi kewajiban finansial secara tepat waktu, sekaligus menunjukkan dukungan kuat Pemerintah terhadap peran SMF sebagai alat fiskal dalam sektor pembiayaan perumahan,” Jelas Ananta dalam konferensi pers, Jakarta, dikutip Kamis (5/3).

‎Dalam rangka pelaksanaan mandat sebagai fiscal tools dan mendukung Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) Pemerintah yang merupakan program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, SMF sejak tahun 2018 telah berperan aktif dengan menyediakan porsi pendanaan sebesar 25% atas penyaluran KPR FLPP. 

‎"SMF Sebagai fiskal tools pemerintah special mission. Hal itu terlihat dari mana partisipasi SMF dalam program FLPP yaitu salah satu inti dari mana program Perubahan Nasional Indonesia Di mana 75% disediakan pemerintah melalui kamera 25% oleh SMF," tutur dia. 

‎Penyediaan porsi pendanaan tersebut dipenuhi dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang selanjutnya dioptimalkan melalui skema blended financing melalui penerbitan surat utang, guna memastikan keberlanjutan dan optimalisasi pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

‎Hingga Desember 2025, SMF telah menyalurkan Rp34,37 triliun yang setara dengan 904.568 unit rumah. Penyaluran tersebut merupakan hasil optimalisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan skema leveraging sebesar 1,9 kali melalui penerbitan surat utang senilai Rp17,94 triliun.

‎"Sebagai alat fiskal Pemerintah, SMF memastikan setiap PMN yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal melalui skema leverage yang prudent dan terukur. Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung akses dan keterjangkauan pembiayaan perumahan secara berkelanjutan,” ucapnya. 

‎Adapun langkah strategis telah dilakukan SMF sepanjang tahun 2025 untuk mendukung sektor pembiayaan perumahan. Dari sisi pendanaan, Pihaknya berhasil memperoleh peringkat internasional ‘BBB’ serta menjadi korporasi pertama yang surat utangnya eligible pada transaksi REPO Bank Indonesia. 

‎Selain itu, kata Ananta, pihaknya juga menghadirkan produk-produk pembiayaan baru yang diharapkan dapat membantu mengurangi backlog kepemilikan rumah maupun meningkatkan kelayakan hunian, antara lain melalui program Griya Nusantara dan Griya Tunas (pembiayaan mikro).