periskop.id - Nama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kini menjadi sorotan publik. Nama menteri yang akrab disapa Ara itu tercatat memiliki porsi kepemilikan saham empat emiten di atas 1%. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan langkah seperti ini termasuk disebut sebagai ‘stealth strategy’, yakni pendekatan taktis yang beroperasi secara tersembunyi, rahasia, dan tidak mencolok untuk menghindari perhatian publik atau pesaing.

"Biasanya, ketika investor masuk ke publik di kisaran 1% hingga 4,5%, itu menjadi sinyal awal kehadiran investor strategis. Mereka belum melakukan aksi besar seperti merger atau akuisisi, tapi ini adalah langkah awal yang disengaja,” jelas Nafan kepada Periskop, Rabu (4/3).

Strategi ini, lanjutnya sekaligus berfungsi sebagai cara untuk menanamkan posisi (planting), mengamankan likuiditas, dan menjaga stabilitas harga saham. Dengan kata lain, investasi ini bukan sekadar membeli saham, tapi juga menyiapkan panggung untuk langkah korporasi yang lebih besar di masa depan.

"Anggap saja itu mereka melakukan planting," sambungnya.

Di tengah dinamika pasar yang bergerak cepat, langkah seperti ini bisa menjadi indikator penting investor besar bergerak diam-diam, tapi arah dan tujuannya bisa terasa jelas bagi mereka yang jeli membaca sinyal.

"Belum lagi juga ini juga tujuannya untuk mengamankan likuiditas, mengamankan likuiditas dan juga berbagai stabilitas harga," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Menteri PKP ini tercatat memiliki saham di sejumlah perusahaan terbuka dengan porsi yang cukup signifikan. Di PT Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS), Ara menempatkan investasinya senilai Rp737,5 juta atau sekitar 4,92%.

Ia juga tercatat memiliki saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) senilai Rp117,9 juta (3,31%). Sementara itu, di PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) sebesar Rp114,8 juta (1,91%), dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) senilai Rp78,4 juta (1,10%).