periskop.id - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, meski dihadapkan pada tekanan kondisi makroekonomi. Laba bersih perseroan tercatat meningkat 24% menjadi Rp10,68 triliun dari Rp8,64 triliun pada periode sebelumnya.

Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim menegaskan bahwa di tengah kondisi makroekonomi yang penuh tantangan, perseroan tetap berada dalam kondisi yang baik dengan pertumbuhan penjualan dan profitabilitas yang solid, didukung oleh model bisnis terintegrasi secara vertikal.

"Di tengah kondisi makroekonomi yang penuh tantangan, Indofood tetap berada dalam kondisi yang baik dengan membukukan pertumbuhan penjualan dan profitabilitas didukung oleh model bisnis yang terintegrasi secara vertikal," ucapnya dalam keterbukaan informasi BEI Selasa (31/3).

Sejalan dengan itu, penjualan neto konsolidasi Indofood juga meningkat 7% menjadi Rp123,49 triliun. Kenaikan ini mencerminkan permintaan pasar yang tetap terjaga serta kontribusi dari lini bisnis yang terdiversifikasi.

Dari sisi operasional, laba usaha perseroan tumbuh 6% menjadi Rp24,57 triliun dengan marjin laba usaha yang stabil di level 19,9%. Sementara itu, core profit tercatat naik tipis 1% menjadi Rp11,39 triliun, mengindikasikan fondasi kinerja yang tetap kokoh.

"Ke depan, Indofood akan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara ekspansi pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, sekaligus mempertahankan posisi neraca yang sehat," sambungnya.

Hingga 31 Desember 2025, total aset Indofood tercatat sebesar Rp217,98 triliun, dengan liabilitas Rp97,74 triliun dan ekuitas Rp120,23 triliun, mencerminkan struktur keuangan yang solid untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.