periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong anggota bursa untuk ambil peran sebagai liquidity provider (LP) saham. Program ini dinilai strategis guna memperkuat kualitas perdagangan sekaligus mengerek daya tarik investasi di pasar modal.

Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebutkan minat anggota bursa untuk bergabung sebagai LP terus menunjukkan perkembangan positif. Dua sekuritas kini sudah aktif melakukan kuotasi LP saham, yakni PT Phintraco Sekuritas sejak 20 April dan PT Mandiri Sekuritas sejak 4 Mei.

Advertisement

"Penambahan partisipasi AB ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP Saham sekaligus menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di Bursa," ungkap Jeffrey dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6).

Dampak program ini langsung terlihat dari data transaksi. BEI mencatat rata-rata nilai transaksi harian sejumlah saham yang dikuotasi Phintraco Sekuritas melonjak antara 25,98% hingga 119,44%, dihitung dari perbandingan satu pekan sebelum dan sesudah implementasi.

"Kami melihat kegiatan LP Saham memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia," jelas Jeffrey.

BEI berharap jumlah anggota bursa yang bergabung dalam program ini terus bertambah seiring meningkatnya pemahaman atas skema LP saham di pasar. Phintraco Sekuritas sendiri saat ini melakukan kuotasi untuk lima emiten, yaitu PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Direktur Utama Phintraco Sekuritas Ferawati menilai perkembangan program LP saham mengarah positif dalam memperkuat struktur perdagangan sejak awal implementasi. Ia menegaskan keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi erat antara bursa, anggota bursa, emiten, asosiasi, dan investor.

Ferawati menguraikan aktivitas LP saham bukan semata soal penyediaan kuotasi. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya membangun pasar yang lebih likuid, efisien, dan kredibel di jangka panjang.

Tantangan terbesarnya, menurut Ferawati, adalah menjaga konsistensi kuotasi di tengah dinamika kondisi pasar yang terus berubah. Karena itu, Phintraco Sekuritas telah menyiapkan infrastruktur sistem, kesiapan dealing team, serta framework risk management guna memastikan aktivitas kuotasi berjalan optimal dan berkelanjutan.

Prospek LP saham di Indonesia dinilai Ferawati cukup menjanjikan, seiring fokus BEI dan regulator dalam mendorong market deepening serta peningkatan kualitas perdagangan pasar modal. Partisipasi Phintraco Sekuritas dalam program ini disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan mengambil peran strategis dalam pendalaman pasar modal Indonesia.

"Dalam implementasinya, kami melihat efektivitas LP Saham membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bursa, Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, dan asosiasi terkait, khususnya dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi strategis LP Saham dalam mendukung kualitas likuiditas perdagangan," pungkas Ferawati.