periskop.id - Kabar baik bagi perempuan yang memiliki jadwal harian padat namun ingin tetap menjaga kesehatan organ vital mereka. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan, British Journal of Sports Medicine pada 2025, mengungkapkan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang dilakukan dalam durasi singkat ternyata mampu memberikan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan jantung perempuan.
Penelitian ini secara khusus meneliti sebuah fenomena aktivitas yang disebut dengan Vigorous Intermittent Lifestyle Physical Activity atau disingkat dengan VILPA.
Istilah VILPA ini merujuk pada aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang dilakukan secara singkat dan spontan di sela-sela rutinitas harian.
Aktivitas ini tidak memerlukan perlengkapan khusus karena bisa berupa kegiatan sederhana yang biasa dilakukan sehari-hari, seperti memilih naik tangga daripada lift, melakukan pekerjaan rumah tangga dengan bertenaga, atau berjalan kaki dengan sangat cepat saat menuju ke kantor.
Data Riil dari Puluhan Ribu Partisipan
Dalam proses penelitiannya, para peneliti mengandalkan dan menganalisis data medis yang bersumber dari UK Biobank.
Lembaga tersebut menyimpan data kesehatan jangka panjang dari masyarakat di Inggris. Tim peneliti kemudian melacak riwayat aktivitas dan kesehatan lebih dari 22 ribu orang dewasa selama hampir delapan tahun.
Partisipan yang diteliti mencakup kelompok masyarakat yang rutin melakukan olahraga formal maupun mereka yang sama sekali tidak pernah berolahraga.
Hasil dari pengamatan panjang tersebut menunjukkan kesimpulan yang sangat menarik. Perempuan yang melakukan aktivitas VILPA dengan durasi rata-rata hanya sekitar 3,4 menit saja per hari terbukti memiliki risiko yang jauh lebih rendah untuk terkena serangan jantung dan gagal jantung jika dibandingkan dengan perempuan yang sama sekali tidak melakukan aktivitas tersebut.
Bahkan, penelitian ini juga menemukan bahwa durasi yang lebih minimal, yaitu sekitar 1,2 hingga 1,6 menit per hari, sudah mampu memberikan penurunan risiko penyakit jantung secara signifikan.
Di dalam laporan riset tersebut, para peneliti menggunakan sebuah istilah medis bernama Major Adverse Cardiovascular Events (MACE), yang biasa digunakan oleh para ahli untuk menggambarkan rangkaian kejadian kardiovaskular serius yang mengancam nyawa, seperti serangan jantung atau infark miokard, gagal jantung, hingga serangan stroke.
Berdasarkan data yang terkumpul, studi menemukan bahwa takaran atau dosis harian dari aktivitas VILPA berkorelasi langsung dengan penurunan risiko MACE pada perempuan. Menariknya, hubungan penurunan risiko yang nyata ini justru tidak terlihat terlalu jelas pada subjek laki-laki.
Solusi Praktis Tanpa Harus Pergi ke Pusat Kebugaran
Studi ini memberikan penekanan khusus bahwa aktivitas singkat VILPA sangat efektif bagi perempuan yang tidak atau belum rutin melakukan olahraga formal. Meskipun durasi kegiatannya terhitung sangat singkat, intensitas yang tinggi dari aktivitas ini ternyata sudah cukup memicu perubahan positif pada kerja tubuh atau adaptasi fisiologis.
Perubahan tersebut di antaranya adalah peningkatan kapasitas kerja jantung dan kelancaran aliran darah, yang pada akhirnya berfungsi melindungi organ-organ vital dari kerusakan akibat penyakit jantung.
Sebagai gambaran nyata yang mudah dipahami oleh orang awam, contoh sederhana dari penerapan VILPA adalah dengan meluangkan waktu untuk naik tangga selama empat menit setiap hari secara rutin. Kegiatan sederhana ini dapat menjadi alternatif yang sangat efektif bagi perempuan yang memiliki keterbatasan waktu luang untuk berolahraga di tengah kesibukan kerja atau mengurus keluarga.
Meskipun sesi aktivitas ini jauh lebih singkat jika dibandingkan dengan durasi olahraga konvensional pada umumnya, efek kesehatannya tetap signifikan karena faktor intensitasnya yang tinggi. Intensitas tinggi dalam konteks kehidupan sehari-hari berarti aktivitas tersebut dilakukan dengan usaha fisik yang lebih besar. Hal ini ditandai dengan detak jantung yang berdetak lebih cepat dan tubuh yang membakar lebih banyak energi, meskipun proses tersebut hanya berlangsung dalam hitungan menit.
Pada bagian akhir studi, para peneliti menyimpulkan bahwa memasukkan aktivitas fisik singkat ke dalam rutinitas harian dapat menjadi sebuah strategi pencegahan penyakit jantung yang sangat praktis, murah, dan mudah diakses oleh siapa saja.
Solusi ini sangat cocok bagi kaum perempuan yang menghadapi kendala keterbatasan waktu atau kurang memiliki motivasi untuk melakukan olahraga formal.
Aktivitas singkat ini hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat untuk menurunkan risiko serangan jantung dan gagal jantung secara efektif, tanpa harus meluangkan waktu mengunjungi tempat kebugaran atau melakukan olahraga berat selama berjam-jam.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar