periskop.id - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan lebih dari 143 juta penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman pada momen Lebaran kali ini. Angka pergerakan masyarakat tersebut setara dengan separuh total populasi nasional.
"Berdasarkan dari survei pergerakan masyarakat pada lebaran tercatat mencapai 50,60% penduduk Indonesia atau setara sekitar 143,91 juta orang yang akan melakukan perjalanan," kata Dudy dalam agenda Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3).
Total pergerakan masyarakat ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode mudik sebelumnya. Survei pemerintah mencatat penurunan volume pemudik sekitar 1,75%.
Provinsi Jawa Barat menduduki posisi puncak sebagai daerah asal pemudik terbanyak secara nasional. Wilayah DKI Jakarta menyusul pada urutan kedua dan Jawa Timur menempati posisi ketiga.
"Dari sisi tujuan arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat," lanjutnya.
Pemerintah langsung menyusun berbagai langkah strategis mengantisipasi lonjakan arus mobilitas massal tersebut. Penyiapan sarana transportasi publik menjadi fokus utama demi menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.
Kementerian Perhubungan telah memastikan kelayakan armada angkutan darat berupa 31.000 unit bus dan 3.687 rangkaian kereta api. Sektor transportasi laut menyiapkan 840 armada kapal penumpang beserta 254 unit kapal penyeberangan.
Industri penerbangan nasional juga ikut bersiaga melayani lonjakan penumpang. Sebanyak 372 unit pesawat terbang telah melewati proses pemeriksaan kelayakan operasional.
Pemerintah turut menambah jumlah kapasitas daya tampung jalur penyeberangan antarpulau. Rute penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera kini bertambah menjadi lima lintasan beroperasi penuh.
Akses pergerakan angkutan air menuju Indonesia bagian tengah juga mendapat perluasan pelayanan. Jalur kapal laut dari Pulau Jawa menuju Bali serta Nusa Tenggara Barat resmi diperluas guna mempermudah akses masyarakat.
Skema pembatasan pergerakan melalui kebijakan sistem kerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) ikut diterapkan demi memecah kepadatan. Pelaksanaan WFA gelombang arus mudik berlangsung pada (16/3) hingga (17/3).
Sistem kerja jarak jauh ini kembali berlaku pada masa arus balik lebaran. Pelaksanaan WFA gelombang kedua jatuh pada (25/3) sampai (27/3).
"Diharapkan juga arus balik tidak menumpu pada saat cuti bersama telah selesai," terangnya.
Potongan harga tiket transportasi massal menjadi stimulus tambahan meringankan beban biaya bepergian masyarakat. Tarif kapal laut dan kereta api mendapat diskon 30%, sementara penyeberangan turun 21,9%.
Tarif tiket angkutan udara juga mengalami penyesuaian harga lebih murah sekitar 17 hingga 18%. Pengguna jalan bebas hambatan bisa menikmati diskon tarif tol sebesar 30% pada (15/3), (16/3), (26/3), dan (27/3).
"Tidak hanya itu, program mudik gratis disiapkan untuk 113.262 penumpang dan 12.140 sepeda motor, termasuk bagi masyarakat di daerah pasca-bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar