Periskop.id - LRT Jabodebek mengalami gangguan layanan di jalur Bekasi pada Kamis (9/7/2026). Gangguan menimpa sarana bernomor TS15 yang melayani rute Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia menuju Jatimulya.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku operator menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penumpang yang terdampak. Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengakui gangguan itu menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna akibat gangguan perjalanan ini," ujar Radhitya saat dikonfirmasi, Kamis (9/7).
Kendala teknis pada TS15 muncul di petak jalan antara Stasiun Cikunir 1 dan Stasiun Cikunir 2, tepat pukul 10.32 WIB. Petugas terkait langsung diturunkan untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.
Sebagai bagian dari prosedur penanganan, rangkaian TS15 ditarik menggunakan sarana lain, yakni TS04. Proses towing ini dilakukan guna memindahkan TS15 dari titik gangguan menuju Stasiun Cikunir 2.
Setiba di Stasiun Cikunir 2, seluruh penumpang TS15 diminta turun dari kereta. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan rangkaian kereta berikutnya.
Radhitya memaparkan, setiap langkah penanganan dijalankan sesuai prosedur operasional yang berlaku. Menurutnya, keselamatan penumpang menjadi acuan utama dalam seluruh tahapan respons tersebut.
Proses perbaikan dinyatakan rampung tidak lama setelah penanganan berlangsung. Operasional LRT Jabodebek di jalur Bekasi pun pulih dan kembali berjalan normal.
KAI juga menekankan pemulihan layanan tetap berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan, bukan sekadar memulihkan jadwal. Hal itu dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang dalam waktu dekat.
"Demi menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan, petugas segera melakukan penanganan sesuai prosedur operasional, termasuk melakukan proses towing terhadap rangkaian TS15 menuju Stasiun Cikunir 2 menggunakan rangkaian TS04 agar pengguna dapat melanjutkan perjalanan dengan kereta berikutnya. Keselamatan pengguna tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proses penanganan," pungkas Radhitya.
Tinggalkan Komentar
Komentar