Periskop.id - Survei Nasional Muda Bicara ID pada Kuartal I 2026 mengungkap adanya kecenderungan skeptisisme yang cukup kuat di kalangan generasi muda Indonesia terhadap sejumlah program prioritas pemerintah. 

Temuan ini didasarkan pada riset mendalam yang dilakukan sepanjang periode 1 hingga 30 Maret 2026. Riset tersebut melibatkan sebanyak 800 responden yang berasal dari berbagai latar belakang untuk memotret aspirasi kelompok demografis yang kini semakin dominan.

Hasil survei ini menyoroti bahwa generasi muda saat ini cenderung lebih kritis dalam menilai kebijakan publik. Mereka menuntut adanya efektivitas, kejelasan manfaat, serta dampak nyata yang bisa dirasakan langsung, alih-alih sekadar popularitas kebijakan di tingkat wacana semata.

Program Makan Bergizi Gratis Picu Perdebatan Panas

Salah satu sorotan utama dalam survei ini adalah terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil pengumpulan data menunjukkan bahwa mayoritas anak muda saat ini tidak mendukung kelanjutan program tersebut. 

Sebanyak 52,8% responden secara tegas menyatakan tidak sepakat jika program MBG dilanjutkan ke depan. Di sisi lain, terdapat 47,2% responden yang menyatakan tetap sepakat terhadap keberlangsungan program ini. 

Selisih tipis tersebut mengindikasikan bahwa dukungan terhadap program MBG belum solid dan masih memunculkan perdebatan yang signifikan di kalangan milenial maupun Gen Z.

Kritik Tajam Terhadap Efektivitas Kopdes Merah Putih

Tingkat skeptisisme yang jauh lebih tinggi ditemukan pada persepsi generasi muda terhadap Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih atau yang dikenal sebagai Kopdes Merah Putih. 

Sebanyak 61,1% responden menyatakan tidak sepakat bahwa keberadaan koperasi tersebut dapat berperan efektif sebagai solusi bagi perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput.

Hanya terdapat sekitar 38,9% responden yang memberikan penilaian positif dan melihat kebijakan tersebut memiliki potensi untuk memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Angka ini menunjukkan adanya keraguan besar mengenai kemampuan institusi tersebut dalam menjawab tantangan ekonomi lokal.

Tantangan Komunikasi Publik bagi Pemerintah

Temuan dari Muda Bicara ID ini dapat dibaca sebagai lampu kuning bagi pemerintah dalam merumuskan serta mengimplementasikan setiap kebijakan publik. 

Tingginya angka ketidakpuasan dan keraguan ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik mereka.

Pemerintah kini dihadapkan pada tugas berat untuk memastikan bahwa setiap program yang diluncurkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan serta ekspektasi generasi muda. 

Tanpa penjelasan yang transparan dan bukti efektivitas yang nyata, program prioritas pemerintah berisiko kehilangan dukungan dari kelompok pemilih masa depan tersebut.