periskop.id - Nanik S Deyang kini resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Presiden Prabowo Subianto menunjuknya untuk mengisi kekosongan posisi setelah pendahulunya, Dadan Hindayana, dicopot akibat tersandung kasus hukum. Lalu, berapa sebenarnya harta kekayaan Nanik S Deyang yang tercatat dalam laporan LHKPN?

Nanik S Deyang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN

Penunjukan Nanik diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Istana Kepresidenan pada 2 Juni 2026. Sore ini (8/6/2026) menjadi jadwal pelantikan resminya. Sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di BGN, Nanik sudah lebih dulu berkarier di ekosistem lembaga yang sama sebagai Wakil Kepala BGN.

Advertisement

Pergantian ini bukan tanpa sebab yang serius. Dadan Hindayana diproses secara hukum oleh Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak hanya Dadan, dua Wakil Kepala BGN lainnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung juga turut ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan.

Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap BGN, Nanik dipilih sebagai sosok yang diharapkan bisa menstabilkan lembaga tersebut.

Harta Kekayaan Nanik S Deyang Berdasarkan LHKPN

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 17 Januari 2025, total kekayaan Nanik S Deyang tercatat sebesar Rp6.303.290.605 atau sekitar Rp6,3 miliar. Laporan ini dibuat saat Nanik masih menjabat sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Nanik tidak mencatat adanya utang sama sekali, seluruh Rp6,3 miliar itu merupakan kekayaan bersih.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Nanik sudah menyampaikan laporan LHKPN terbarunya pasca-pelantikan. Namun, data tersebut masih dalam proses kelengkapan dan belum diunggah ke portal publik e-LHKPN.

Komposisi Harta Kekayaan

  • Tanah & Bangunan Rp5.402.000.000 — 85,7%
  • Kendaraan Rp705.000.000 — 11,2%
  • Kas & Setara Kas Rp196.290.605 — 3,1% 

Portofolio Properti: Delapan Aset di Bekasi dan Depok

Aset terbesar Nanik berasal dari sektor properti, yakni tanah dan bangunan dengan total nilai Rp5,402 miliar. Ia tercatat memiliki delapan bidang tanah beserta bangunannya, semuanya hasil jerih payah sendiri. Satu properti berlokasi di Bekasi, sementara tujuh sisanya tersebar di Kota Depok.

Rincian Aset Tanah & Bangunan

#LokasiLuas Tanah / BangunanNilai
1Bekasi105 m² / 80 m²Rp700.000.000
2Depok237 m² / 320 m²Rp1.500.000.000
3Depok199 m² / 300 m²Rp1.200.000.000
4Depok102 m² / 306 m²Rp700.000.000
5Depok219 m² / 400 m²Rp328.500.000
6Depok140 m² / 200 m²Rp210.000.000
7Depok400 m² / 800 m²Rp600.000.000
8Depok109 m² / 204 m²Rp163.500.000
TOTAL PROPERTIRp5.402.000.000

Dengan porsi lebih dari 85% dari total kekayaan, properti jelas menjadi tulang punggung aset Nanik S Deyang. Seluruh aset tercatat sebagai hasil sendiri, tanpa melibatkan warisan atau hibah dari pihak manapun.

Tiga Kendaraan Senilai Rp705 Juta

Selain properti, Nanik juga memiliki tiga unit kendaraan dengan total nilai Rp705.000.000. Komposisinya mencerminkan selera campuran antara kendaraan premium Eropa dan kendaraan utilitas Jepang yang populer di kalangan pejabat.

  • BMW 520I CKD A/T — 2014:  Rp460 juta
  • Toyota Fortuner 2.7 LUX A/T — 2013: Rp180 juta
  • Toyota Avanza 1300 G — 2007: Rp65 juta

Kas dan Setara Kas: Simpanan Tunai Rp196 Juta

Selain aset fisik, Nanik juga melaporkan kas dan setara kas senilai Rp196.290.605. Dalam laporan LHKPN-nya, tidak tercatat adanya surat berharga, harta bergerak lainnya, maupun harta lain-lain.

Ringkasan Total Harta Kekayaan

Jenis AsetNilai
Tanah & BangunanRp5.402.000.000
KendaraanRp705.000.000
Kas & Setara KasRp196.290.605
HutangRp0
TOTAL KEKAYAAN BERSIHRp6.303.290.605

Posisi Kepala BGN yang kini disandang Nanik bukan kursi yang nyaman. Lembaga ini sedang berada dalam sorotan tajam publik dan aparat penegak hukum. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintahan Prabowo kini tercoreng oleh kasus korupsi yang menyeret tiga pejabat seniornya sekaligus.