iklan periskop
Bisnis

Honda Tinggalkan EV, Beralih Pasok Baterai untuk Pusat Data

Honda mengalihkan produksi baterai di pabrik Ohio dari kendaraan listrik ke sistem penyimpanan energi untuk pusat data, menyusul lesunya pasar EV di Amerika Serikat.

1 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Baterai ion natrium generasi pertama dari CATL
Ilustrasi - Baterai ion natrium generasi pertama dari CATL. dok. CATL
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Honda mengalihkan fungsi produksi baterainya di Amerika Serikat dari kendaraan listrik menjadi sistem penyimpanan energi stasioner untuk pusat data. Langkah ini diambil tiga bulan setelah pabrikan asal Jepang tersebut membatalkan proyek electric vehicle (EV)-nya di negeri itu.

Baterai-baterai tersebut diproduksi di sebuah pabrik di Ohio yang dioperasikan Honda melalui usaha patungan bersama LG Energy Solution. Alih-alih menggerakkan kendaraan di jalanan, sel-sel baterai dari fasilitas itu kini diarahkan untuk menopang operasional data center.

Pergeseran strategi ini dilaporkan pertama kali oleh Nikkei Asia dan kemudian dikutip TechCrunch, Sabtu (5/7).

Keputusan Honda dipicu oleh melemahnya pasar EV di AS. Kondisi itu semakin berat setelah Partai Republik mencabut insentif pajak yang sebelumnya dirancang untuk mendorong produksi EV dan baterai domestik.

Penjualan mobil listrik baru pun masih mencatat penurunan dibanding tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya, konsumen berbondong-bondong mempercepat pembelian sebelum insentif tersebut resmi berakhir pada September 2025.

Tekanan berlapis itu mendorong Honda merombak besar-besaran rencana elektrifikasinya. Tiga model listrik yang semula dijadwalkan meluncur di pasar AS akhirnya dibatalkan seluruhnya.

Honda juga mencatatkan penurunan nilai sebesar US$15,7 miliar atau sekitar Rp254,3 triliun pada tahun fiskal 2025. Sebagian dari kerugian itu bersumber dari biaya perombakan strategi kendaraan listriknya.

Pelemahan bisnis Honda di China turut memperberat situasi. Pasar otomotif di sana justru mengalami pertumbuhan EV yang pesat, sehingga Honda kehilangan daya saing di dua pasar besar sekaligus.

Di sisi lain, pasar penyimpanan energi stasioner menunjukkan prospek yang jauh lebih cerah. Berdasarkan laporan SEIA dan Benchmark Minerals, segmen ini tumbuh 32% secara tahunan.

Pada kuartal pertama 2026, kapasitas sistem penyimpanan energi yang terpasang mencapai 9,7 gigawatt-hour, setara dengan baterai untuk memproduksi sekitar 120 ribu mobil listrik. Kapasitas instalasi tahunan diproyeksikan melonjak menjadi 110 gigawatt-hour hingga akhir dekade ini, hampir tiga kali lipat ukuran pasar saat ini.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Honda, Solar Energy Industries Association (SEIA), dan baterai mobil listrik dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.