"

Periskop.id - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan pendapatan usaha Rp808,07 miliar sepanjang Januari-Juni 2026. Angka tersebut tumbuh 10% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp734,65 miliar, namun perseroan justru mencatat kerugian Rp285,59 miliar, naik sekitar 20% dari kerugian Semester I-2025 sebesar Rp236,88 miliar.

Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto menjelaskan, perseroan terus berupaya memperbaiki kinerja keuangan sembari memperkuat kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur nasional. Salah satu caranya, kata dia, dengan mendongkrak pendapatan dari berbagai lini usaha yang dimiliki perusahaan.

"Perseroan terus berfokus menjaga keberlangsungan operasional melalui penyelesaian proyek secara tepat mutu, tepat waktu, dan sesuai standar keselamatan kerja. Di saat yang sama, berbagai langkah efisiensi serta peningkatan produktivitas juga terus kami lakukan agar operasional perusahaan dapat berjalan lebih efektif serta mendukung penguatan kinerja usaha secara bertahap," kata Fandy dalam keterangan resmi, Selasa (14/7).

Dari total pendapatan Rp808,07 miliar tersebut, segmen Beton Precast menyumbang Rp310,30 miliar, disusul Jasa Konstruksi sebesar Rp316,81 miliar, dan Readymix & Quarry sebesar Rp180,95 miliar.

Kontribusi ketiga segmen itu ditopang sejumlah proyek strategis di berbagai wilayah Indonesia, di antaranya Proyek Tangguh UCC Onshore, pembangunan gedung KCN Marunda, Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3, hingga perbaikan Jalan Tol KAPB.

WSBP juga tercatat mengerjakan pembangunan gedung kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura, laboratorium terpadu Universitas Khairun, serta gedung L-SSIT Universitas Udayana.

Di sisi lain, kerugian yang membesar itu terutama dipicu oleh tingginya beban pokok pendapatan serta beban keuangan yang mencapai Rp155,45 miliar. Meski begitu, perseroan mengklaim tetap menjalankan sejumlah langkah efisiensi operasional.

Beban Umum dan Administrasi (BUA) tercatat turun 16% dari Rp191,85 miliar pada Semester I-2025 menjadi Rp161,18 miliar pada periode yang sama tahun ini. Perseroan juga menekan beban Non-Contributing Plant dari Rp17,74 miliar menjadi Rp5,31 miliar berkat optimalisasi utilisasi fasilitas produksi.

"Ke depan, WSBP akan terus berfokus pada penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan, menjaga kualitas produk dan layanan, serta melanjutkan berbagai inisiatif efisiensi secara berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, perseroan optimistis dapat terus memperkuat kinerja operasional serta menangkap peluang usaha yang mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan," tuturnya.

Selain fokus pada efisiensi biaya, WSBP menyatakan komitmennya menjaga tata kelola perusahaan yang baik di tengah upaya memperkuat kinerja tersebut. Komitmen itu diwujudkan lewat pengelolaan bisnis yang profesional, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengambilan keputusan yang mempertimbangkan kepentingan jangka panjang perseroan dan para pemangku kepentingan.

"