Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan terus memperkuat penerimaan negara melalui perluasan basis pajak dan optimalisasi pengawasan, tanpa mengandalkan kenaikan tarif pajak.
Dalam Rapat Paripurna DPR RI yang diselenggarakan pada Selasa (14/7), Purbaya mengatakan dalam jangka menengah, strategi perpajakan difokuskan pada perluasan basis penerimaan dengan memanfaatkan data dan teknologi untuk menjangkau aktivitas ekonomi digital, shadow economy, serta sektor informal yang selama ini belum tergarap secara optimal.
"Dalam jangka menengah, strategi perpajakan diarahkan pada perluasan basis tanpa semata-mata menaikkan tarif dan memanfaatkan data dan teknologi untuk menjangkau ekonomi digital, shadow economy, dan sektor informal," kata Purbaya saat rapat paripurna di Jakarta, Selasa (14/7).
Di bidang kepabeanan dan cukai, pemerintah akan memperkuat penerimaan melalui digitalisasi layanan dan pengawasan, peningkatan kegiatan audit serta penindakan, hingga pemberantasan impor ilegal dan peredaran barang kena cukai ilegal.
Di sisi lain, pemerintah tetap berkomitmen menjaga iklim investasi, mendukung ekspor, dan mempermudah kegiatan usaha.
Selain memperkuat penerimaan, pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas belanja negara. Purbaya menyampaikan realisasi belanja pemerintah pusat pada 2025 mencapai Rp2.586,4 triliun atau 90,4% dari pagu anggaran sebesar Rp2.701,4 triliun.
Menurutnya, setiap rupiah dalam APBN akan terus diarahkan agar semakin tepat sasaran, akuntabel, dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kualitas belanja negara agar setiap Rupiah APBN semakin tepat sasaran, akuntabel, dan berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," terang dia.
Purbaya juga menyampaikan apresiasi kepada para Fraksi atas dukungannya terhadap kinerja pendapatan negara. Ia menegaskan pemerintah akan terus memperkuat basis penerimaan, meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan berbasis data, menutup celah kebocoran, serta mengoptimalkan penerimaan negara secara adil dan berkelanjutan untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
"Pemerintah menjadikan apresiasi ini sebagai dorongan untuk terus memperkuat basis penerimaan, meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan berbasis data, menutup celah kebocoran, serta mengoptimalkan penerimaan secara adil dan berkelanjutan guna mendukung pembiayaan pembangunan nasional," tutupnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar