periskop.id - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mendesak pemerintah segera mengaktifkan skenario fiskal kontinjensi dan memperkuat stabilitas moneter di tengah goncangan eskalasi serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dampak langsung dari situasi ini, lanjutnya, bisa menekan nilai tukar rupiah, membebani subsidi energi dalam APBN, dan mendorong kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri. Tekanan ini terasa lebih signifikan karena bertepatan dengan momentum Ramadhan dan menjelang Idul Fitri saat konsumsi masyarakat biasanya meningkat.
"Momentum Ramadhan selalu identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Jika pada saat yang sama harga energi global melonjak dan nilai tukar berfluktuasi, maka tekanan terhadap inflasi domestik akan semakin terasa,"ucapnya di Jakarta dikutip Selasa (3/3).
Selain itu, konflik di Timur Tengah yang melibatkan negara kunci dalam rantai pasok energi global ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak serta volatilitas pasar keuangan.
Sehingga, Ia menekankan kombinasi langkah fiskal dan moneter yang tepat menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat, stabilitas ekonomi, dan kepercayaan investor. Selanjutnya, kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi risiko eksternal bukan sekadar mitigasi jangka pendek, tetapi juga strategi menjaga fondasi ekonomi nasional agar tetap kuat di tengah ketidakpastian global.
Di lain sisi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang tengah memanas saat ini bisa berpotensi berdampak terhadap perekonomian Indonesia, terutama melalui jalur energi, logistik, dan pariwisata.
Menurut Airlangga, dampak paling awal yang terasa adalah terganggunya pasokan minyak global. Selain itu, konflik juga berisiko mengganggu transportasi dan rantai logistik internasional.
"Ya pertama yang terganggu kan pasti supply minyak. Yang kedua transportasi logistik. Dan yang ketiga tentunya kita melihat turisme akan sangat terganggu," ucap Airlangga kepada media, Jakarta, Senin (2/3).
Ia menekankan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada durasi dan eskalasi konflik. Jika ketegangan berlangsung singkat, dampaknya dinilai relatif terbatas. Namun apabila konflik meluas dan berkepanjangan, tekanan terhadap ekonomi global bisa semakin besar.
Tinggalkan Komentar
Komentar