banner-sheroes-yoga
Ekonomi

Impor RI Capai US$20,89 Miliar per Februari 2026, Melonjak 10,85%

BPS mencatat impor RI per Februari 2026 naik 10,85% yoy menjadi US$20,89 miliar, didorong lonjakan impor non-migas.

Impor RI Capai US$20,89 Miliar per Februari 2026, Melonjak 10,85%
Tangkapan layar, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers, Rabu (1/4). Periskop/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per Februari 2026, total nilai impor Indonesia mencapai US$20,89 miliar atau meningkat 10,85% secara tahunan (year on year/yoy). ‎Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan kenaikan tersebut terutama didorong oleh lonjakan impor non-migas yang tumbuh signifikan.

Impor non-migas tercatat sebesar US$18,90 miliar atau meningkat 18,24% secara tahunan, dengan kontribusi terhadap kenaikan total impor mencapai 15,47%. Sementara itu, impor migas tercatat sebesar US$2 miliar.

‎"Peningkatan nilai impor secara tahunan ini terutama didorong oleh peningkatan impor non-migas dengan andilnya sebesar 15,47%," ucap Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4).

‎Selanjutnya adalah impor menurut penggunaan. Pada bulan Februari tahun 2026 terjadi peningkatan impor untuk seluruh golongan penggunaan secara tahunannya. Secara tahunan nilai impor barang konsumsi naik 19,84%.

‎Berdasarkan penggunaannya, seluruh kelompok impor mengalami peningkatan. Impor barang konsumsi naik 19,84%, bahan baku dan penolong meningkat 4,25%, sementara impor barang modal mencatat kenaikan tertinggi sebesar 33,68% dengan kontribusi 6,16%.

Adapun tiga komoditas utama impor non-migas sepanjang Januari–Februari 2026 meliputi mesin dan peralatan mekanik, mesin dan perlengkapan elektrik, serta plastik dan barang dari plastik. Ketiga kelompok ini menyumbang sekitar 38,23% dari total impor non-migas.

‎Secara rinci, impor mesin dan peralatan mekanik mencapai US$6,64 miliar dengan volume 0,80 juta ton. Impor mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$5,66 miliar dengan volume 0,39 juta ton, sementara plastik dan barang dari plastik mencapai US$1,82 miliar dengan volume 1,18 juta ton. 

‎"Untuk plastik dan barang dari plastik sebesar US%1,82 miliar dengan volumenya sebesar 1,18 juta ton," jelasnya. 

‎Berdasarkan negara asal, tiga besar pemasok impor non-migas Indonesia adalah China, Australia, dan Singapura, dengan total kontribusi mencapai 53,47%.

‎Impor non-migas dari China tercatat sebesar US$15,68 miliar, didominasi oleh mesin dan peralatan mekanik dengan porsi 23,23% dan pertumbuhan 32,37%.

‎Dari Australia, impor mencapai US$2,07 miliar yang didominasi logam mulia dan perhiasan dengan porsi 41,84% serta melonjak 646%. 

‎Sementara itu, impor dari Singapura sebesar US$2 miliar, didominasi mesin dan peralatan mekanik dengan porsi 42,33%.

‎"Impor non-migas dari Singapura tercatat 2 miliar USD terutama didominasi impor mesin peralatan mekanik atau HS84 dengan share-nya 42,33% dan tumbuh 42,33% secara situsinya," tutupnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Pusat Statistik (BPS), impor, dan ekspor dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.