Periskop.id - Kunjungan resmi kenegaraan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, ke Republik Prancis pada Kamis (28/5) membuahkan empat kesepakatan komersial baru yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Jumat (29/5).
“Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, tercapai empat kesepakatan komersial baru yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan,” kata Teddy
Kesepakatan ini merupakan hasil konkret dari pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. Selain itu, kedua pemimpin negara menghadiri peluncuran France-Indonesia High Level Business Council, forum bisnis tingkat tinggi Indonesia-Prancis yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta MEDEF International.
Forum ini mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai US$1,3 triliun. Forum diharapkan menjadi wadah penguatan hubungan bisnis dan investasi serta pengawal implementasi nota kesepahaman sebelumnya. Sebagai catatan, kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025 mencatat 27 nota kesepahaman senilai lebih dari US$11 miliar.
Sambutan Meriah
Teddy menambahkan, rangkaian kunjungan kenegaraan Prabowo mendapat sambutan resmi dari pemerintah Prancis, termasuk upacara di Les Invalides, Paris, serta penyambutan oleh Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu.
Presiden Prabowo kemudian menuju Istana Élysée dengan pengawalan kehormatan yang melibatkan 146 pasukan berkuda dan 27 personel motoris sebelum diterima oleh Presiden Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron. Menurut Teddy, upacara kenegaraan yang khidmat ini menunjukkan eratnya hubungan bilateral Indonesia-Prancis. “Kehormatan bagi Presiden adalah kehormatan bagi bangsa dan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama strategis, meningkatkan investasi, dan mendorong pengembangan sektor energi serta pertahanan yang saling menguntungkan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar