Periskop.id - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) merespons kabar merger dengan PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang belakangan beredar di kalangan pelaku pasar modal. Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono menyatakan perseroan belum mengantongi informasi resmi terkait rencana penggabungan usaha tersebut.

Sudjono menegaskan, pihaknya tidak bisa memberi tanggapan atas aktivitas maupun keputusan para pemegang saham. Menurutnya, isu tersebut masih sebatas pemberitaan yang beredar di publik.

"BFI Finance belum memiliki informasi terkait isu penggabungan usaha sebagaimana disampaikan dalam pemberitaan tersebut dan tidak dapat memberikan tanggapan terkait aktivitas atau keputusan para pemegang saham," ujar Sudjono dalam keterbukaan informasi, Selasa (14/7).

Dia menambahkan, BFI Finance akan senantiasa mematuhi ketentuan pasar modal yang berlaku. Setiap informasi maupun fakta material terkait perseroan, kata dia, akan disampaikan kepada publik sesuai peraturan yang ditetapkan otoritas.

Sudjono turut memastikan, hingga saat ini belum ada informasi atau kejadian material lain yang berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha BFI Finance. Ia menyebut, hal itu juga berlaku untuk potensi pergerakan harga saham BFIN di pasar modal.

Kabar merger ini muncul setelah beredar informasi taipan perbankan Jerry Ng disebut tengah mengkaji sejumlah opsi strategis atas investasinya di BFIN maupun ARTO. Salah satu opsi yang dikaji adalah potensi penggabungan usaha kedua perusahaan tersebut.

Bloomberg melaporkan pada Kamis (9/7), proses kajian itu melibatkan Goldman Sachs Group sebagai penasihat keuangan. Opsi merger BFI Finance dan Bank Jago disebut berpotensi membentuk entitas baru dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp25 triliun.

Selain opsi merger, sejumlah bank asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia juga dikabarkan berminat terhadap BFI Finance maupun Bank Jago. Ketertarikan ini menjadi bagian dari opsi strategis yang tengah dipertimbangkan selain skema penggabungan usaha.

Isu penggabungan usaha ini mencuat di tengah dinamika konsolidasi sektor jasa keuangan dalam negeri. Investasi Jerry Ng di kedua perusahaan tersebut menjadi sorotan pelaku pasar sejak kabar kajian strategis ini pertama kali beredar.

BFI Finance sendiri baru saja mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 9,3% dengan perolehan laba Rp1,58 triliun sepanjang 2025. Kinerja ini turut menjadi latar belakang perhatian pasar terhadap arah bisnis perseroan ke depan.