periskop.id – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan segera berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso menyikapi rencana kenaikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita. Keputusan resmi pemerintah baru akan diambil setelah pembahasan lintas kementerian tersebut rampung dilakukan.

"Nanti, aku baru pulang dari Tanah Suci. Nanti akan koordinasi dengan Pak Mendag, aku lapor Pak Menko," kata Mentan Amran ditemui usai Rapat Koordinasi Pembahasan Pengembangan dan Upaya Stabilisasi Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Jakarta, Senin (9/6).

Advertisement

Pernyataan tersebut disampaikan merespons pertanyaan pers mengenai rencana penyesuaian HET Minyakita. Skema perubahan harga tersebut sebelumnya telah diwacanakan oleh Kementerian Perdagangan.

Amran menegaskan langkah awal yang diambil adalah menyamakan persepsi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Langkah ini krusial sebelum menyusun rekomendasi final terkait harga minyak goreng rakyat.

Hasil pembahasan mengenai perkembangan harga serta kebijakan Minyakita tidak berhenti di tingkat teknis. Amran menyebutkan seluruh poin diskusi bakal dilaporkan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Koordinasi dengan Menko Pangan bertujuan mendapatkan arahan lebih lanjut. Langkah normatif ini diambil demi menjaga stabilitas pasokan pangan nasional tetap terjaga.

Saat dimintai tanggapan mengenai kondisi harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang masih berfluktuasi, Amran memilih berhati-hati. Pemerintah memerlukan rapat koordinasi formal sebelum mengeluarkan penilaian resmi.

"Aku baru masuk kantor. Tunggu, rakor dulu," ujar Amran.

Meski demikian, Amran mengidentifikasi pergerakan komoditas pendukung kelapa sawit saat ini masih relatif aman. Evaluasi mendalam tetap menjadi prioritas utama.

"Harusnya sekarang ini harga CPO kita baik-baik saja. Nanti aku koordinasi Menteri Perdagangan, kemudian lapor Pak Menko," kata Mentan singkat.

Amran belum memaparkan indikator detail mengenai persentase kenaikan HET Minyakita. Dirinya mengaku baru kembali mengemban tugas dinas usai melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengonfirmasi target lini masa kenaikan HET Minyakita. Pemerintah memproyeksikan regulasi baru terbit dalam dua minggu ke depan.

"Hari ini kita menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi untuk Minyakita," ujar Budi usai rapat koordinasi tingkat menteri bidang pangan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/6).

Kendati sudah ada kesepakatan naik, angka pasti HET terbaru Minyakita belum diketuk. Angka nominal masih memerlukan pengkajian mendalam antarkementerian serta lembaga terkait.

Budi menjelaskan kebijakan menaikkan HET bersumber dari fluktuasi harga CPO yang sempat melonjak. Faktor eksternal ini memengaruhi struktur biaya produksi secara keseluruhan.

Kemendag juga terus memantau pergerakan harga tandan buah segar (TBS) yang sempat merosot. Keseimbangan harga di tingkat petani tetap menjadi pertimbangan utama pemerintah.

Penetapan regulasi HET baru dipastikan berjalan saat harga CPO dan TBS mencapai titik stabil. Formula perhitungan diharapkan tidak memberatkan konsumen maupun produsen.

Budi menargetkan aturan anyar terkait harga komoditas ini rampung dalam kurun 1 hingga 2 minggu ke depan. Saat ini, HET Minyakita masih tertahan pada angka Rp15.700 per liter.

Kebijakan penyesuaian tarif ini murni didorong lonjakan harga bahan baku CPO. Biaya produksi yang membengkak memicu perubahan kalkulasi nilai keekonomian produk minyak goreng program pemerintah tersebut.