periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan rencana besar Presiden Prabowo Subianto untuk tahun 2027 di hadapan DPR RI. Sejumlah program prioritas nasional, target ekonomi ambisius, hingga kerangka fiskal baru turut dibeberkan dalam kesempatan tersebut.
Purbaya menguraikan, tiga program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat, akan diperkuat efektivitasnya pada 2027 guna menciptakan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional.
"Berbagai program prioritas, seperti MBG, KDMP, dan Sekolah Rakyat terus didorong lebih efektif dan berkualitas, sehingga menciptakan multiplier effect yang luas. Melalui berbagai kebijakan tersebut, aktivitas ekonomi dapat berputar lebih cepat, sektor riil bergerak lebih kuat, sehingga mendorong peningkatan konsumsi dan menggairahkan investasi yang memacu laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," kata Purbaya dalam Sidang Paripurna ke-21 Masa Persidangan V 2025-2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6).
Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu target utama yang disorot Purbaya. Angka tersebut dipatok di rentang 5,8%-6,5% pada 2027, dan ia menyebut capaian itu sebagai bagian dari tahapan menuju target pertumbuhan 8% di 2029.
"Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, yang pada 2027 ditargetkan sebesar 5,8% sampai dengan 6,5%, sebagai transisi menuju pertumbuhan 8% pada 2029," lanjut Purbaya.
Dari sisi harga, pemerintah menargetkan inflasi nasional terjaga di kisaran 1,5%-3,5% sepanjang 2027. Pengendaliannya akan ditopang melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, terutama guna menjaga pasokan serta stabilitas harga komoditas pangan dan energi.
"Pemerintah juga terus mengantisipasi risiko imported inflation melalui koordinasi dengan Bank Indonesia. Di samping itu, sinergi dan koordinasi pemerintah pusat dan daerah dengan otoritas moneter melalui tim pengendalian inflasi pusat dan daerah terus diperkuat untuk memastikan efektivitas pengendalian inflasi," terang Purbaya.
Untuk kerangka fiskal, Purbaya merinci delapan kluster program prioritas nasional yang bakal menjadi tulang punggung kebijakan 2027. Kedelapan kluster itu mencakup Kedaulatan Pangan, Kemandirian Energi dan Air, Pendidikan, Kesehatan, Hilirisasi dan Industrialisasi, Infrastruktur Perumahan dan Ketahanan Bencana, Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Pembangunan Desa, serta Penurunan Kemiskinan. Satu kluster tambahan berfungsi sebagai pendukung, meliputi pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi. Total keseluruhan program kerja yang terangkum mencapai 60 program.
Asumsi makro 2027 turut ditetapkan dalam paparan tersebut. Nilai tukar rupiah dipatok di kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan di 6,5%-7,3%, sementara harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Oil Price (ICP) diasumsikan berada di US$70-US$95 per barel.
Pada sisi kesejahteraan, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun ke kisaran 6,0%-6,5% dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di rentang 4,30%-4,87%. Rasio Gini ditargetkan membaik ke 0,362-0,367 untuk mempersempit kesenjangan ekonomi, sedangkan Indeks Modal Manusia dikejar naik ke angka 0,575.
"APBN harus dijaga tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan. Pemerintah terus mendorong optimalisasi pendapatan negara, penguatan kualitas bekerja, penguatan kualitas belanja, dan pengembangan skema pembiayaan yang inovatif guna mendorong kinerja perekonomian sekaligus memastikan pemerataan hasil pembangunan," pungkas Purbaya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar