Periskop.id - Penerbitan global bond perdana Danantara mendapat sorotan media keuangan internasional. Bloomberg menyebut keberhasilan obligasi tersebut sebagai kemenangan bagi Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengutip langsung pemberitaan Bloomberg usai roadshow dan proses closing obligasi rampung. Menurutnya, penyebutan itu menjadi pengakuan eksternal atas kredibilitas Indonesia di mata investor global.
"Di banyak media termasuk salah satunya di Bloomberg langsung menyatakan Danantara sales debut, dollar bond, a win for Prabowo," ujar Rosan dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Senin (15/6/2026).
Rosan menjelaskan, respons positif media internasional itu bukan tanpa dasar. Ia menyebut keberhasilan obligasi ini terlihat dari dua indikator utama: tingginya permintaan dan rendahnya yield yang tercapai.
Menurutnya, jika investor tidak benar-benar percaya terhadap Indonesia, mereka akan meminta yield premium jauh lebih tinggi sebagai kompensasi risiko. Kenyataannya, yield yang dicapai justru jauh di bawah ekspektasi awal para banker.
Rosan menegaskan, fakta-fakta ini ia sampaikan bukan sekadar narasi. Ia menekankan, semua angka yang ia paparkan sudah terverifikasi dan bersifat nyata, bukan proyeksi.
"Ini real, karena banyak yang menyampaikan tidak akan ada investasi yang mau percaya kepada kita, tapi ini real," tegasnya.
Sebagai konteks, Danantara menerbitkan global bond senilai total US$1,5 miliar, terbagi atas tenor 5 tahun dengan yield 5,35% dan tenor 10 tahun dengan yield 5,95%. Total book building yang masuk menembus US$4,6 miliar dari 122 investor lintas negara, jauh di atas target awal US$1 miliar.
Penandatanganan dilakukan pada 11 Juni 2026, dan dana dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026. Ini merupakan penerbitan obligasi pertama Danantara sejak lembaga itu berdiri sekitar 1,5 tahun lalu.
"Ini membuktikan kepercayaan investor terhadap Indonesia itu ada dan tinggi," pungkas Rosan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar