Periskop.id - Danantara membuka peluang penerbitan obligasi dengan tenor hingga 30 tahun. Rencana itu mencuat setelah para investor menyatakan minat secara langsung kepada Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, saat roadshow berlangsung.
Rosan mengungkapkan, sinyal appetite investor terhadap obligasi jangka panjang Danantara sudah terlihat jelas selama pertemuan dengan 122 investor di berbagai negara. Menurutnya, para investor itu secara terbuka menyampaikan kesiapan mereka untuk menyerap obligasi dengan tenor yang jauh lebih panjang.
"Rencananya, kita kalau menerbitkan obligasi, kita akan lihat bisa sampai yang 30 tahun, karena appetite-nya itu sangat besar juga," ujar Rosan dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Senin (15/6/2026).
Rosan menjelaskan, besarnya appetite investor terhadap tenor panjang ini didorong oleh pandangan mereka terhadap pertumbuhan Indonesia yang dinilai relatif stabil. Menurutnya, investor global selalu melihat investasi dari perspektif jangka panjang, bukan pergerakan harian.
Ia menilai, stabilitas pertumbuhan Indonesia menjadi daya tarik utama meski ada tekanan dari ketegangan geopolitik dan geoekonomi global. Menurutnya, ups and downs dalam siklus ekonomi adalah hal yang wajar dan sudah diperhitungkan investor.
Rosan menambahkan, keberhasilan global bond perdana Danantara menjadi modal kepercayaan diri untuk melangkah ke tenor yang lebih panjang. Ia menyebut, obligasi tenor 5 dan 10 tahun yang baru diterbitkan sudah mendapat respons jauh melampaui ekspektasi.
"Mereka menyatakan kepada saya sangat-sangat terbuka apabila Danantara ingin menerbitkan bond sampai yang 30 tahun," tegasnya.
Sebagai konteks, Danantara baru saja merampungkan penerbitan global bond perdana senilai total US$1,5 miliar, terdiri dari obligasi tenor 5 tahun senilai US$750 juta dengan yield 5,35% dan tenor 10 tahun senilai US$750 juta dengan yield 5,95%. Total book building yang masuk menembus US$4,6 miliar dari target awal US$1 miliar, dengan 122 investor dari AS, Eropa, Timur Tengah, dan Asia ikut berpartisipasi.
Penerbitan ini juga menjadi yang pertama sejak Danantara meraih rating setara sovereign rating pemerintah Indonesia dari Moody's, S&P, dan Fitch, semuanya di level investment grade. Lembaga itu sendiri baru berdiri sekitar 1,5 tahun.
"Ini membuktikan Danantara dalam hal ini mempunyai kredibilitas yang baik, dan ini tercermin dari obligasi yang mempunyai oversubscribe sampai lebih dari 3 kali," pungkas Rosan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar