periskop.id - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk tidak sekadar berfokus pada pencarian keuntungan. Lembaga keuangan pelat merah tersebut diharapkan mampu mempertegas kontribusi nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam agenda pertemuan bersama para pimpinan dan komisaris bank BUMN.

Advertisement

"Tadi arahan Bapak Presiden kepada seluruh perbankan dan dewan komisaris bahwa perbankan tidak hanya mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dalam bentuk pemerataan kesempatan bagi UMKM, sektor komersial, maupun korporasi," ujar Rosan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis malam.

Rosan menjelaskan, Kepala Negara menunjukkan sikap optimistis yang tinggi terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional pada masa mendatang.

Menurutnya, sektor perbankan kini dituntut aktif memperluas jangkauan pembiayaan agar sektor usaha kecil hingga besar bisa bergerak bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden dilaporkan menggali informasi secara mendalam mengenai valuasi pasar dari kelima bank pelat merah itu.

Rosan memaparkan, nilai pasar Bank Mandiri saat ini telah menyentuh angka kisaran Rp450 triliun.

Selanjutnya, ia menyebut akumulasi pasar BRI berada tipis di atas Rp450 triliun, sedangkan BNI bertengger pada angka Rp200 triliun.

Kontribusi finansial dari BTN serta BSI juga dinilai ikut mendongkrak akumulasi nilai pasar konsorsium bank negara tersebut.

"Jika dijumlahkan, totalnya sekitar Rp1.100 triliun atau sekitar 10% dari total kapitalisasi pasar di Indonesia," kata Rosan.

Ia menilai, besarnya angka kapitalisasi tersebut menjadi bukti konkret betapa strategisnya posisi Himbara dalam roda ekonomi nasional.

Pertemuan yang berlangsung maraton selama empat jam ini dihadiri oleh sejumlah direksi utama perbankan negara, seperti Riduan dari Bank Mandiri dan Putrama Wahju Setyawan dari BNI. Hadir pula Dirut BRI Hery Gunardi, Dirut BTN Nixon L.P. Napitupulu, serta Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy.

Pertemuan strategis ini juga didampingi oleh beberapa pejabat kabinet, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wamenkeu Suahasil Nazara, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.