Periskop.id – TransNusa memperluas jaringan internasional dari Bali dengan membuka penerbangan langsung menuju Phuket, Thailand, mulai 9 September 2026. Rute baru ini akan dilayani empat kali seminggu dengan harga tiket mulai Rp2,99 juta sekali jalan.
Pembukaan jalur Denpasar–Phuket menambah pilihan penerbangan langsung antara dua destinasi wisata pulau utama di Asia Tenggara. Bagi TransNusa, rute tersebut juga memperkuat fungsi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai penghubung penerbangan regional.
Chief Executive Officer TransNusa Group Datuk Bernard Francis mengatakan, Phuket menjadi tujuan internasional keempat yang diterbangi maskapai itu secara terjadwal dari Bali.
“Dengan diluncurkannya rute baru ini, TransNusa kini telah mengoperasikan empat penerbangan internasional terjadwal dari Bali, yakni ke Perth (Australia), Singapura, Guangzhou (China), dan kini Phuket (Thailand),” ujar Datuk Bernard.
Tiket telah dijual sejak 3 Juli 2026 melalui situs resmi TransNusa dan sejumlah agen perjalanan daring. Penerbangan tersedia setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.
Jadwal Penerbangan Bali–Phuket
Penerbangan dari Denpasar dijadwalkan berangkat pukul 08.50 WITA dan tiba di Phuket pukul 11.50 waktu setempat. Untuk perjalanan sebaliknya, pesawat bertolak dari Phuket pukul 13.50 waktu setempat dan tiba di Bali pukul 18.50 WITA.
Rute sepanjang sekitar 2.644 kilometer tersebut ditempuh dalam waktu kurang lebih empat jam. Phuket berada satu jam di belakang zona waktu Bali. TransNusa mengoperasikan Airbus A320 berkapasitas 174 penumpang untuk melayani jalur ini.
Kehadiran penerbangan langsung membuat wisatawan tidak perlu transit melalui Kuala Lumpur, Bangkok, Singapura, atau kota penghubung lainnya. Rute ini diperkirakan menarik wisatawan rekreasi, keluarga, pekerja digital, hingga pelaku usaha yang bepergian di kawasan Asia Tenggara.
“Selain mendukung sektor pariwisata, layanan baru ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Thailand melalui peningkatan perjalanan bisnis serta memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara,” jelas Datuk Bernard.
Bali Diposisikan sebagai Hub Internasional
Pembukaan rute Bali–Phuket menjadi bagian dari ekspansi TransNusa pada paruh kedua 2026. Sepekan sebelumnya, maskapai tersebut mengumumkan penerbangan Jakarta–Bangkok yang mulai beroperasi pada 6 Agustus dengan frekuensi dua kali sehari.
Rute Jakarta–Bangkok dilayani melalui Bandara Internasional Suvarnabhumi dengan tarif promosi mulai Rp2,99 juta sekali jalan. Dari Jakarta, penerbangan tersedia pukul 08.20 WIB dan 16.30 WIB.
Terkait ekspansi tersebut, Bernard menilai penerbangan langsung berperan penting dalam menggerakkan pariwisata dan membuka aktivitas ekonomi di daerah tujuan.
"Kami percaya kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat,” kata Bernard.
Dari Bali, TransNusa juga memperluas penerbangan domestik menuju Waingapu mulai 15 Juli 2026 dan Wakatobi pada 16 Juli. Jalur Denpasar–Waingapu dilayani empat kali seminggu, sedangkan Denpasar–Wakatobi tersedia tiga kali seminggu.
Kombinasi rute tersebut menunjukkan strategi TransNusa tidak hanya mendatangkan wisatawan ke Bali, tetapi juga mengalirkannya menuju destinasi lain di Indonesia serta negara-negara Asia Pasifik.
Pasar Wisata Indonesia–Thailand Masih Terbuka
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indonesia menerima sedikitnya 40.146 kunjungan wisatawan berkewarganegaraan Thailand sepanjang Januari–Mei 2026. Angka tersebut berasal dari 6.472 kunjungan pada Januari, 6.874 pada Februari, 5.795 pada Maret, 11.465 pada April, dan 9.540 pada Mei.
Secara ekonomi, wisatawan asal Thailand membelanjakan rata-rata 1.034 dolar AS dalam setiap kunjungan ke Indonesia pada 2025. Lama tinggalnya tercatat sekitar 6,6 hari. Data tersebut menunjukkan adanya potensi manfaat bagi hotel, restoran, transportasi lokal, dan pelaku ekonomi kreatif ketika konektivitas kedua negara meningkat.
Bali sendiri telah memiliki penerbangan langsung ke Phuket yang dioperasikan maskapai lain sejak 2024. Masuknya TransNusa karena itu akan menambah kapasitas sekaligus persaingan pada rute tersebut, bukan membentuk pasar yang sepenuhnya baru. ANTARA mencatat penerbangan perdana AirAsia pada jalur Bali–Phuket berlangsung pada Agustus 2024.
TransNusa menyatakan masih menyiapkan rute internasional dan domestik tambahan hingga akhir 2026. Ekspansi itu diarahkan untuk membangun Bali sebagai hub yang menghubungkan Australia, Asia Tenggara, China, dan berbagai destinasi wisata di Indonesia timur.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar