Periskop.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik. ESDM memastikan stok masih aman di tengah dinamika konflik Timur Tengah, yang disebabkan oleh perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
“Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang, karena pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama jelang Idul Fitri,” ujar Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia di Jakarta, Jumat (6/3) sepeerti dilansir Antara.
Anggia menegaskan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun telah menyampaikan pesan serupa, harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan di tengah dinamika harga minyak dunia saat ini.
Untuk diketahui, harga minyak melonjak tajam di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah. Sejauh ini minyak jenis Brent naik 4,93% ke US$85,41 per barel, sementara US WTI melonjak 8,51% ke US$81,01 per barel.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar US$64 per barel, dan US WTI berada di angka US$57,87 per barel.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, tidak melakukan penimbunan yang nantinya justru bisa menyebabkan kelangkaan,” ucap Anggia.
Selain memastikan keamanan stok BBM, lanjut dia, pemerintah juga memastikan agar distribusi BBM ke daerah berjalan dengan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Diwartakan sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meminta masyarakat di Aceh tidak panik, karena persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) cukup dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, ada berbagai langkah antisipasi telah dilakukan. Mulai dari build up stock, penguatan sarana distribusi, hingga koordinasi aktif dengan berbagai pihak terkait.
Pertamina juga melakukan berbagai upaya penguatan layanan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan konsumsi energi pada periode tersebut antara lain melalui build up stock serta memastikan kesiapan sarana dan fasilitas distribusi. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar penyaluran energi kepada masyarakat dapat berjalan lancar, aman, dan terukur.
Stok Lebaran
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat menggunakan energi baik BBM maupun LPG secara bijak, efisien, dan sesuai kebutuhan khususnya selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026.
"Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan, karena stok energi dijaga tetap aman dengan pola distribusi yang terukur," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pertamina juga meminta masyarakat tidak melakukan penimbunan BBM maupun LPG, karena tindakan tersebut melanggar ketentuan yang berlaku dan memiliki konsekuensi hukum
Menurut Roberth, pihaknya memastikan kesiapan pelayanan masa musim mudik dengan empat pilar layanan yakni energi, wilayah atensi, program promosi, serta layanan tambahan.
Sebagai langkah antisipasi peningkatan konsumsi, Pertamina Patra Niaga telah melakukan berbagai upaya penguatan layanan, antara lain melalui build up stock, penguatan sarana distribusi, koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder.
Selain itu, Pertamina juga memanfaatkan sistem digitalisasi seperti Pertamina Digital Hub yang memungkinkan pemantauan penyaluran energi secara realtime dari sisi hulu hingga hilir. "Pertamina Patra Niaga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, aparat, para pemangku kepentingan, serta seluruh masyarakat yang turut menjaga kelancaran distribusi energi," sebut Roberth.
Untuk diketahui, Pertamina menyiagakan sebanyak 7.885 SPBU, yang 2.074 SPBU di antaranya beroperasi 24 jam, dan 6.777 Pertashop untuk BBM. Juga disediakan 6.662 agen LPG yang 6.300 agen di antaranya siaga 24 jam, 757 SPBE, serta 223 agen minyak tanah.
Di jalur potensial seperti tol, wisata, dan lintas utama, Pertamina Patra Niaga menyiagakan SPBU 24 jam, 96 layanan modular BBM & 62 Kios Pertamina Siaga di 64 titik lokasi, serta 200 unit mobil tangki BBM stand by.
Selain menyiapkan pasokan energi, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan 41 unit Serambi MyPertamina di rest area, jalur wisata, bandara, dan pelabuhan, sebagai tempat istirahat gratis lengkap dengan fasilitas musala, mini klinik dan medical check, kids corner, kursi pijat, barbershop, makanan dan minuman, layanan tukar uang, hingga layanan skin check dan sunscreen dispenser bagi pemudik.
Pertamina juga menyiagakan layanan motoris atau Pertamina Delivery Service (PDS) BBM yang beroperasi di jalur-jalur padat, termasuk ruas tol. Layana ini untuk membantu masyarakat apabila mengalami kondisi darurat seperti kehabisan BBM.
Selain itu, disiapkan pula ambulans di lokasi Serambi MyPertamina, porter gratis di sejumlah bandara, serta layanantowing dan service car gratis untuk membantu pemudik. "Dengan seluruh kesiapan tersebut, kami berkomitmen memastikan energi dan perjalanan mudik masyarakat berjalan aman dan lancar selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026," sebut Roberth.
Tinggalkan Komentar
Komentar