periskop.id - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi dan LPG bersubsidi tidak akan naik. Ia menegaskan keputusan itu bukan sekadar kebijakan kementerian, melainkan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil menyebutkan kepala negara secara eksplisit memerintahkan agar kedua komoditas bersubsidi tersebut terjaga dari kenaikan harga. Ia pun menegaskan tidak ada ruang untuk perubahan tarif pada BBM maupun LPG subsidi.
"Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi, tidak ada kenaikan," kata Bahlil dalam pembukaan Musyawarah Nasional ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu (10/6).
Pernyataan itu muncul di tengah penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga. Kenaikan tersebut menyentuh dua varian produk unggulan perusahaan pelat merah itu.
Pertamax mengalami kenaikan harga dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Lonjakan itu setara hampir Rp4.000 per liter dibanding harga sebelumnya.
Varian lainnya, Pertamax Green 95, juga ikut terkerek dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Kedua produk tersebut masuk kategori BBM nonsubsidi, sehingga tidak terpengaruh oleh arahan Presiden Prabowo.
Di sisi lain, harga BBM bersubsidi dipastikan tidak beranjak. Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter, sementara Biosolar tetap di angka Rp6.800 per liter.
Stabilnya harga BBM subsidi itu dinilai krusial bagi masyarakat yang bergantung pada bahan bakar bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari. Bahlil menekankan hal tersebut berlaku selama perintah presiden masih berjalan.
Presiden Prabowo sendiri turut hadir dalam Munas ke-XVIII HIPMI di Lampung, forum tempat Bahlil menyampaikan pernyataan tersebut. Kehadiran Prabowo di acara yang dihadiri kalangan pengusaha muda itu memperkuat bobot pernyataan sang menteri.
"Itu perintah Bapak Presiden, tidak ada kenaikan," tegasnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar