Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kamis (16/7/2026). Proyek ini diproyeksikan menyumbang produk domestik bruto (PDB) nasional hingga Rp2.479 triliun sampai 2055.

Nilai kontribusi tersebut setara dengan US$137,7 miliar berdasarkan kurs saat ini. Proyek LNG Abadi Masela tercatat sebagai salah satu investasi sektor energi terbesar dalam sejarah Indonesia, namun sempat mandek hampir 28 tahun sejak pertama diinisiasi pada 1998.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, groundbreaking tersebut menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia. Ia menyampaikan hal itu dalam keterangan tertulis di Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7).

Kajian yang dilakukan LPEM FEB UI, sebagaimana dilansir Sekretariat Negara, memperkirakan dampak ekonomi proyek ini akan terasa dalam jangka panjang. Kontribusi terhadap PDB nasional diproyeksikan berlangsung hingga tahun 2055.

Selain menyumbang PDB, proyek ini juga dinilai akan mendorong peningkatan pendapatan negara dan daerah. Pemerintah menargetkan manfaat ekonomi tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar lokasi proyek.

Pada masa konstruksi, proyek LNG Abadi Masela diperkirakan menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung. Jumlah tersebut menjadi salah satu indikator dampak sosial ekonomi yang diharapkan dari pembangunan fasilitas gas alam cair ini.

Kajian LPEM FEB UI juga menyebutkan proyek ini berpotensi menekan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Dampak tersebut diprediksi paling terasa di Provinsi Maluku, wilayah tempat proyek berada.

Proyek Abadi Masela pertama kali digagas pada 1998, namun pembangunannya sempat terhenti selama hampir tiga dekade. Berbagai kendala membuat proyek gas raksasa ini baru bisa memasuki fase konstruksi pada 2026.

Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional di sektor energi. Status tersebut menegaskan pentingnya LNG Abadi Masela bagi ketahanan energi nasional ke depan.

Prasetyo Hadi menekankan, dimulainya konstruksi ini menjadi tonggak penting bagi sektor energi Indonesia setelah bertahun-tahun tertunda.