Periskop.id - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Ahmad Muzani mengungkap Pemerintah Iran mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk berkunjung ke Teheran. Muzani menyebut undangan tersebut sudah disampaikan langsung kepada Prabowo.

Muzani menjelaskan, undangan dari Iran itu telah ia sampaikan sendiri kepada Prabowo. Ia belum merinci kapan tepatnya undangan tersebut diterima pemerintah Indonesia.

"Pemerintah Iran mengundang Presiden Republik Indonesia untuk bisa berkunjung ke Teheran dan sudah kami sampaikan kepada pak Prabowo," ujar Muzani kepada wartawan, Selasa (14/7).

Selain soal kunjungan, Muzani tak menampik undangan itu juga berkaitan dengan pembahasan Selat Hormuz. Ia menyebutkan, isu tersebut lebih banyak dibicarakan lewat komunikasi antar-Menteri Luar Negeri kedua negara.

"Hal itu juga dibicarakan tentang distribusi kapal-kapal Indonesia bisa ke Selat Hormuz. Tapi itu lebih banyak dibicarakan oleh Menlu saya kira, ketika Menlu dan Menlu bertemu," kata dia.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pembahasan teknis soal jalur pelayaran di Selat Hormuz memang berada di ranah kementerian luar negeri masing-masing negara. Muzani sendiri hanya menyampaikan garis besar undangan dari pihak Iran.

Ia mengaku belum mengetahui bagaimana respons Prabowo atas undangan berkunjung ke Teheran tersebut. Menurutnya, informasi yang ia miliki sejauh ini baru sebatas penyampaian undangan.

Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran strategis dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Isu distribusi kapal Indonesia melalui jalur tersebut disebut Muzani turut menjadi bagian pembicaraan antara kedua negara.

Muzani juga tidak menjelaskan lebih jauh soal jadwal maupun agenda spesifik yang akan dibahas jika kunjungan ke Teheran benar-benar terealisasi. Ia hanya menekankan bahwa undangan tersebut sudah sampai ke tangan Prabowo.

"Saya belum tahu," ujar dia.