periskop.id - Keluarga mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sepakat menghindari obrolan terkait perkara hukum demi menjaga psikologis tokoh tersebut di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Istri mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Eny Retno, menjelaskan keluarganya sengaja mengalihkan seluruh diskusi ke arah perkembangan anak-anak. Eny menyebut langkah ini krusial agar pikiran sang suami tidak terus terbebani oleh materi dugaan korupsi.
"Sementara ini kalau aku dengar dari cerita Abah sih, kalau Abah enggak terlalu banyak cerita kasus sama aku karena saya sih, kami kalau ketemu lebih ngobrolin tentang anak-anak. Jadi, sebisa mungkin mengalihkan perhatian beliau tentang pembicaraan tentang kasus, kalau itu kan sudah ada porsinya sendiri setiap hari bisa ketemu sama lawyer," katanya saat ditemui di Gedung KPK di Jakarta pada Rabu (27/5).
Eny memanfaatkan waktu besuk secara maksimal sebagai sarana memberikan dorongan energi positif kepada sang kepala keluarga. Ia menyadari kehidupan di dalam sel tahanan memberikan tekanan batin sangat luar biasa bagi suaminya.
"Jadi kalau aku memang sama anak-anak, udah ngomongin tentang keluarga yang bikin Abah semangat gitu. Karena sekuat-kuatnya Abah pasti juga akan merasa tercabut dari apa yang beliau sayangi itu, sakit ya. Jadi mohon doanya semoga Abah diberi kekuatan lahir batin, kami pun juga diberi kekuatan lahir batin," tuturnya.
Eny turut membagikan sedikit detail perkembangan informasi mengenai proses penyidikan perkara suaminya. Ia menyebut intensitas pemeriksaan Yaqut tergolong minim selama dua bulan masa penahanan berjalan.
Ia memastikan pihak keluarga belum menerima pemberitahuan resmi mengenai rencana jadwal pelimpahan berkas perkara menuju tahapan pengadilan.
"Cuman yang aku tahu secara garis besar baru dua kali, selama hampir 2 bulan lebih di sini, dua kali dipanggil. Yang pertama itu diperiksa sebagai saksinya Gus Alex, kemudian yang kedua kemarin itu waktu perpanjangan penahanan. Habis itu enggak pernah lagi. Belum, enggak ada cerita (pelimpahan ke pengadilan)," jelasnya.
Eny tidak memungkiri kesedihannya saat menghadapi perayaan momen Iduladha dalam kondisi terpisah dari sang suami. Namun, ia tetap bersyukur karena ibunda Yaqut masih bugar dan bisa ikut mendampingi para cucu membesuk ke rumah tahanan.
"Sebenarnya lebih sedih, pasti semua juga sedih dalam kondisi kami seperti ini di momen di mana semuanya, semua hampir semua keluarga berkumpul, kami harus berpisah seperti ini. Tapi itu pun 3 jam bersama Abah itu tetap kami syukuri. Semogalah, doain semoga di hari baik ini membawa hal baik juga buat kami sekeluarga," pungkasnya.
Kunjungan keluarga ini berlatar belakang pada kasus dugaan korupsi kuota haji yang saat ini menjerat Yaqut. KPK belum lama ini telah menetapkan Direktur Operasional PT Makassar Toraja Ismail Adham (ISM) dan Ketua Umum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba (ASR) sebagai tersangka baru menemani Yaqut (YCQ) serta mantan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex).
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar