periskop.id - Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad angkat bicara setelah namanya disebut dalam dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia tegas menampik segala bentuk keterlibatan dalam kasus importasi tersebut.
Raffi mengaku sudah terbiasa namanya dikaitkan dengan berbagai persoalan hukum, meski menurutnya tidak pernah ada keterlibatan nyata. Ia kini menggandeng pengacara Hotman Paris dan menjadwalkan konferensi pers bersama pada Kamis (11/6).
"Itu tidak benar. Sudah biasa. Saya pernah dibawa dalam pencucian uang," kata Raffi kepada awak media di Jakarta, Selasa (9/6).
Ia merinci, dirinya tidak pernah melakukan transaksi, memesan, maupun menerima barang apapun terkait kasus tersebut. Pernyataan itu disampaikan Raffi sebagai bantahan atas tuduhan yang disebutnya jauh dari fakta sebenarnya.
Hotman Paris, dari sisinya, menantang pihak-pihak yang menyeret nama kliennya untuk menyertakan bukti keterlibatan konkret. Tantangan itu disampaikan sang pengacara kondang melalui sebuah video yang diunggah secara publik.
Nama Raffi muncul dalam perkara ini karena ia pernah berkunjung ke kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat. Dalam kunjungan itu, ia menitipkan sejumlah barang elektronik, termasuk iPhone 17, untuk dikirimkan ke Indonesia.
Fakta tersebut dibenarkan Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein.
"Betul, ada fakta saudara RA (Raffi Ahmad) itu menitip," ujar Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6).
Namun, Taufik menerangkan pihaknya belum mengembangkan fakta tersebut lebih jauh. KPK disebut belum menemukan kaitan kuat antara kunjungan Raffi dan praktik pengurusan keimigrasian yang dilakukan Blueray Cargo di Ditjen Bea Cukai, sehingga tidak ada pemanggilan yang dilakukan.
Blueray Cargo merupakan perusahaan yang sebelumnya diduga terlibat dalam praktik suap terkait importasi barang di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan. Kasus ini kini tengah disidik KPK.
"Apakah nanti fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami? Ya, kami akan lakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya," ucap Taufik.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar