periskop.id - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman membantah kabar yang menyebutnya memiliki dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Ia menegaskan dirinya sama sekali tidak mempunyai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atas nama siapa pun.

Menurut Dudung, kabar tersebut muncul lantaran sekitar enam bulan lalu ia membantu menghubungkan sejumlah pengurus pesantren dengan Dadan. Pertemuan itu difasilitasinya karena ada pesantren yang berminat menjadi penerima manfaat sekaligus lokasi pelaksanaan program MBG.

Advertisement

"Ada berita Pak Dudung katanya punya titik dapur melalui Pak Dadan. Saya informasikan, jadi beberapa bulan yang lalu, mungkin enam bulan yang lalu, saya kan dekat dengan pesantren," kata Dudung dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (10/6).

Ia memaparkan para pengurus pesantren itu mendatanginya dengan permintaan untuk dikenalkan kepada Dadan. Saat itu, pesantren-pesantren yang dimaksud diklaim sudah memiliki kesiapan administratif untuk bergabung dalam program MBG.

"Ada pengurus-pengurus pesantren itu menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren untuk sebagai sasaran penerima manfaat, karena di pesantren itu kan ada santrinya 4.000, ada yang 5.000, sehingga bisa ditetapkan sebagai titik untuk dapurnya," ujarnya.

Setelah proses perkenalan berlangsung, Dudung mengaku tidak lagi ikut campur dalam pembahasan lanjutan antara pihak pesantren dan BGN. Ia bahkan meminta pengurus pesantren berkoordinasi langsung dengan stafnya bernama Arif Nurrachman untuk menindaklanjuti komunikasi dengan BGN.

"Saya sampaikan, 'Pak Dadan ini ada pesantren yang sudah siap, secara administrasi sudah siap'. Nah, realisasinya tidak ada. Akhirnya saya sampaikan kepada Dadan, 'Oh silakan Pak nanti hubungi Pak Arif Nurrachman staf saya'," tuturnya.

Beberapa pekan lalu, Dudung mengaku sempat menanyakan perkembangan usulan itu kepada Dadan. Dari informasi yang diterimanya, pengajuan tersebut belum juga tuntas dan pembangunan dapur pun belum dimulai.

"Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai. Bangunnya dapurnya pun belum terbangun," ungkapnya.

Karena posisinya sebagai pihak yang memperkenalkan pesantren kepada Dadan, Dudung menduga itulah yang memicu anggapan seolah-olah dapur MBG tersebut merupakan miliknya. Ia mempersilakan siapa pun untuk memverifikasi klaim tersebut.

"Cuma karena saya yang minta tolong ke Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur. Kalau Pak Dudung punya dapur silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi nggak ada sama sekali saya punya dapur ya," pungkas Dudung.