Periskop.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menghadirkan program Kurban Berkah untuk Palestina. Program ini dijalankan guna memfasilitasi masyarakat Indonesia yang ingin menyalurkan hewan kurban bagi warga Palestina, khususnya di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.
Program ini menjadi bagian dari upaya Baznas memperluas distribusi manfaat kurban hingga ke wilayah konflik, dan daerah yang mengalami keterbatasan akses pangan akibat perang berkepanjangan.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan, momentum Iduladha tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ibadah spiritual, tetapi juga bentuk nyata solidaritas kemanusiaan masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina.
"Baznas ingin menghadirkan solusi agar masyarakat dapat menunaikan ibadah kurban, sekaligus membantu saudara-saudara kita di Palestina," kata Sodik Mudjahid dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/3).
Menurut Sodik, program tersebut disiapkan untuk menjawab tingginya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kondisi warga Palestina yang hingga kini masih menghadapi krisis pangan, keterbatasan logistik, hingga kerusakan infrastruktur akibat konflik.
Baznas menyediakan beberapa pilihan paket hewan kurban dalam program tersebut. Untuk kategori domba atau kambing reguler dengan bobot sekitar 35 kilogram dibanderol Rp5,9 juta, sementara paket premium berbobot sekitar 45 kilogram ditawarkan seharga Rp9 juta.
Selain itu, tersedia pula paket sapi Al-Quds dengan berat sekitar 450 kilogram senilai Rp59 juta. Baznas juga menawarkan paket satu per tujuh sapi dalam bentuk daging kaleng berbobot sekitar 20 kilogram, dengan harga Rp5,9 juta.
Sodik menegaskan seluruh proses pengadaan, penyembelihan, hingga distribusi hewan kurban dilakukan secara profesional dan sesuai prinsip syariah. Ia menyebut, pengemasan daging kurban dalam bentuk kaleng menjadi solusi penting agar distribusi bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga Palestina, serta bertahan lebih lama di tengah keterbatasan akses logistik.
"Pengemasan dalam bentuk kaleng juga menjadi salah satu solusi untuk memastikan daging kurban dapat bertahan lebih lama dan menjangkau penerima manfaat secara lebih luas," ujarnya.
Baznas juga mengajak masyarakat Indonesia menjadikan program tersebut sebagai bentuk solidaritas global, sekaligus dukungan moral bagi rakyat Palestina.
Kampung Cahaya Zakat
Sebelumnya, Baznas RI bersama sejumlah lembaga kemanusiaan Indonesia juga telah membangun Kampung Cahaya Zakat di Deir Al-Balah, Gaza. Program itu mencakup pembangunan 200 unit tenda keluarga, fasilitas sanitasi, masjid darurat, sekolah sementara, distribusi air bersih, hingga bantuan pangan untuk ribuan warga terdampak konflik.
Direktur Timur Tengah Ditjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Ahrul Tsani Fathurrahman, sebelumnya menyebut berbagai bantuan kemanusiaan dari Indonesia menjadi simbol nyata dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
"Kampung Cahaya Zakat ini menjadi salah satu bukti nyata dari semangat tersebut. Program ini bukan hanya menghadirkan bantuan fisik berupa tenda, fasilitas sanitasi, masjid, atau sekolah, tetapi lebih dari itu menghadirkan harapan, menghadirkan rasa aman, menghadirkan rasa nyaman, dan yang paling penting menghadirkan pesan kepada saudara kita di Palestina bahwa mereka tidak sendiri," kata Ahrul Tsani Fathurrahman.
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan UNRWA, jutaan warga Palestina di Gaza saat ini masih menghadapi kondisi darurat kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan yang memicu kelangkaan pangan, obat-obatan, air bersih, hingga tempat tinggal layak. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi Palestina melalui pemerintah, lembaga filantropi, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat sipil.
Baznas berharap program Kurban Berkah untuk Palestina dapat menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia untuk berbagi kebahagiaan Iduladha sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan lintas negara.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar