Periskop.id - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyoroti pentingnya perluasan peluang kerja bagi lulusan berkebutuhan khusus. Ia menyampaikan hal itu saat meninjau program Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS) di SLB Negeri 2 Jakarta.
Wihaji memaparkan, anak-anak berkebutuhan khusus punya kelebihan di bidang-bidang tertentu yang dibutuhkan dunia kerja. Menurutnya, pendampingan orang tua dan guru bisa mengoptimalkan potensi tersebut.
"Tadi saya sudah mendengar banyak aspirasi dari orang tua agar lulusan SLB bisa memperoleh kesempatan bekerja yang lebih luas setelah lulus SMA, untuk itu, saya akan meminta sejumlah pengusaha yang saya kenal untuk membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas, di mana salah satunya telah mempekerjakan lebih dari 200 pekerja berkebutuhan khusus," ujar Wihaji dalam peninjauan program GAMAS di SLB Negeri 2 Jakarta, Senin (13/7).
Ia menyebutkan, ada sekitar 250 ribu anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di satuan pendidikan formal se-Indonesia.
Jumlah anak berkebutuhan khusus di jalur pendidikan nonformal disebut kemungkinan juga cukup besar. Di DKI Jakarta saja, tercatat ada sekitar 6.000 anak berkebutuhan khusus.
"Keluarga merupakan unit terkecil dalam negara, sehingga pembangunan bangsa harus dimulai dari penguatan keluarga, termasuk keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus," katanya.
Wihaji turut mengapresiasi para orang tua yang telah mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus dengan kesabaran luar biasa.
Ia menilai peran guru juga tidak kalah penting bagi anak-anak tersebut agar bakat masing-masing bisa dioptimalkan lewat pendampingan yang tepat.
Saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki sekitar 13 SLB. Fasilitas di SLB Negeri 2 Jakarta dinilai sudah memadai untuk mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.
"Untuk itu, saya berharap agar keluarga dari anak-anak ini selalu memiliki optimisme bahwa anak-anak mereka tetap memiliki masa depan yang baik," tuturnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar