periskop.id - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat. Menurut laporan CBS News, pasukan militer AS telah bersiaga menghadapi kemungkinan serangan ke Iran mulai Sabtu (21/2) mendatang.
Melansir Antara, Kamis (19/2), Presiden Donald Trump disebut belum mengambil keputusan final apakah operasi militer itu benar-benar akan dijalankan.
Di tengah ancaman tersebut, Washington dan Teheran masih mencoba membuka jalur diplomasi.
Pada Selasa lalu, perundingan mengenai program nuklir Iran digelar di Jenewa. Delegasi AS dipimpin oleh utusan presiden Steve Witkoff, sementara Iran diwakili oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya panjang kedua negara untuk mencari titik temu terkait nuklir Iran.
Trump sebelumnya melontarkan pernyataan keras. Pada 4 Februari, ia menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, “seharusnya sangat khawatir,” sambil mengancam akan melakukan “hal-hal yang sangat buruk” jika Iran melanjutkan pembangunan fasilitas nuklir baru.
Ancaman ini mempertegas sikap keras Gedung Putih terhadap program nuklir Iran yang dianggap berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.
Dalam kesempatan lain, Trump menyebut bahwa sebuah “armada besar” sedang bergerak menuju Iran. Ia berharap langkah itu mendorong Teheran untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang disebutnya “adil dan merata,” dengan syarat penghentian total pengembangan senjata nuklir.
“Jika tidak ada kesepakatan, serangan AS akan jauh lebih buruk daripada serangan sebelumnya,” tegas Trump.
Ketegangan ini bukan hal baru. Sejak Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) pada 2018, hubungan kedua negara terus memburuk.
Washington menuduh Teheran melanggar komitmen, sementara Iran menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai.
Situasi semakin rumit karena kawasan Timur Tengah sudah sarat konflik, dan setiap eskalasi berisiko memicu ketidakstabilan global, termasuk harga minyak dunia yang sensitif terhadap gejolak geopolitik.
Tinggalkan Komentar
Komentar