periskop.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan peringatan keras kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah eskalasi militer yang kembali memanas antara Israel dan Iran. Trump mewanti-wanti Netanyahu agar tidak gegabah, atau siap menanggung sendiri konsekuensinya.

Peringatan itu berpusat pada satu pesan tegas, yakni Israel bakal berjuang tanpa dukungan AS apabila nekat kembali membuka perang penuh melawan Iran. Hal tersebut dikonfirmasi oleh media AS Axios yang mengutip sumber dari kalangan pejabat Washington.

Advertisement

"Bibi, sebaiknya Anda berhati-hati, atau Anda akan sendirian segera," ujar Trump, menyebut nama panggilan Netanyahu, dalam wawancara dengan Axios yang dilaporkan Al Arabiya, Selasa (9/6).

Axios turut melaporkan peringatan serupa berdasarkan keterangan sumber pejabat AS. Trump, yang dikabarkan semakin jengkel dengan Netanyahu, sebelumnya juga mengunggah di media sosial Truth Social dan menuntut Israel serta Iran menghentikan aksi saling serang. Ia pun menyebut "negosiasi akhir" menuju perdamaian akan terus berjalan, "dengan catatan ketidaktahuan dan kebodohan menghalanginya".

Suasana kawasan memburuk pada Minggu (7/6) setelah Israel melancarkan pengeboman mematikan di Beirut, ibu kota Lebanon. Iran, yang sejak lama menegaskan kesepakatan damai dengan AS sebagian bergantung pada penghentian pertempuran di Lebanon, langsung merespons dengan gelombang serangan rudal ke wilayah utara Israel.

Trump sempat menelepon Netanyahu pada malam yang sama dan memintanya tidak membalas serangan rudal tersebut. Namun Israel tetap melancarkan serangan ke Iran pada Senin (8/6) pagi waktu setempat.

Pasukan Israel menyasar sistem pertahanan udara Iran dan sebuah pabrik petrokimia. Iran kemudian membalas dengan menggempur fasilitas serupa di Haifa sekaligus menargetkan dua pangkalan udara Israel. Sejumlah besar rudal berhasil dicegat di langit wilayah Tepi Barat, dan tidak ada laporan korban jiwa dari kedua pihak.

Meski ditekan Trump, Netanyahu bersikukuh mempertahankan posisinya. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi Israel, ia menegaskan kepada Trump bahwa Israel memiliki hak penuh untuk membela diri dan akan terus menggunakannya.

"Sekarang, tembakan di garis depan terkendali, karena setelah kami menyerang rezim teroris di Teheran, mereka berhenti menyerang kami," tutur Netanyahu, seperti dilansir Al Jazeera.

Peringatan Trump disampaikan dalam konteks Israel dan Iran yang baru saja menghentikan saling serang usai eskalasi paling serius sejak gencatan senjata pada awal April lalu. Sementara itu, perundingan tidak langsung untuk meraih kesepakatan damai antara kedua pihak masih terus berlanjut di balik layar.

Trump dalam wawancara dengan Axios juga mengaku telah memperingatkan Netanyahu secara langsung tentang konsekuensi melanjutkan perang melawan Iran. Desakan itu mencerminkan tekanan nyata dari Washington agar eskalasi tidak semakin lepas kendali.

"Jika Iran melakukan kesalahan dengan melanjutkan serangan terhadap kami, kami akan membalas dengan kekuatan penuh," pungkas Netanyahu.