periskop.id - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar rapat koordinasi bersama direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN. Pertemuan itu menitikberatkan pembahasan kondisi saham BUMN di tengah gejolak pasar global yang tengah berlangsung.

Dasco menyebutkan, saham-saham perusahaan pelat merah sejatinya berada dalam kondisi solid. Namun ia mengakui paparan dinamika pasar dunia turut memberikan tekanan terhadap pergerakan saham-saham tersebut.

Advertisement

"Kita berkumpul untuk koordinasi, terutama berdiskusi soal paket, saham-saham BUMN yang sebenarnya bagus-bagus, tapi dengan situasi pasar global yang berdampak," kata Dasco dalam pertemuan di ruang pimpinan Nusantara III, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6).

Dasco menilai pertemuan itu perlu digelar lantaran pergerakan saham BUMN kini menjadi perhatian banyak pihak. Dari situ, ia mengungkapkan adanya rencana pembelian kembali saham-saham yang beredar di pasar.

"Sudah saatnya kita berdiskusi, bagaimana pada kesempatan yang tepat menurut saya, kita kembali buy back atau membeli kembali saham-saham," ungkapnya.

Rapat tersebut dihadiri sejumlah nama penting dari kalangan perbankan dan pemerintah. Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Mensesneg Prasetyo Hadi turut duduk satu meja dengan Dasco dalam forum koordinasi itu.

Dari jajaran perbankan, hadir Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan dan Direktur Utama BRI Hery Gunardi. Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto juga tercatat ikut dalam pertemuan tersebut.

Kehadiran para petinggi bank milik negara itu mencerminkan urgensi pembahasan, mengingat saham-saham Himbara termasuk dalam kelompok yang paling disorot di tengah tekanan pasar saat ini.

Situasi pasar global belakangan memang menekan berbagai indeks saham, termasuk di Indonesia. Kondisi ini mendorong sejumlah pemangku kepentingan untuk mengkaji langkah-langkah stabilisasi, salah satunya melalui opsi buyback saham oleh emiten pelat merah.

Dasco menegaskan, pertemuan itu baru merupakan tahap awal diskusi untuk menentukan waktu yang tepat dalam mengambil langkah konkret terkait saham-saham BUMN di pasar.